Terbukti Secara Ilmiah Menari, Membaca hingga Main Gim Bisa Bikin Otak “Awet Muda” Bertahun-tahun

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Kabar menggembirakan datang dari dunia sains. Penelitian mutakhir mengungkap fakta mengejutkan: keterlibatan rutin dalam aktivitas kreatif seperti menari, membaca, bermusik, hingga bermain gim video mampu memperlambat penuaan otak, terutama pada usia lanjut.

Temuan revolusioner ini diungkap tim peneliti dari SWPS University, Polandia Aneta Brzezicka, psikolog sekaligus Head of Center for Neurocognitive Research SWPS University, kepada Medical News Today. dan dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature Communications.

banner 719x1003

Hasilnya menegaskan bahwa kreativitas bukan sekadar hobi, melainkan senjata ampuh melawan penurunan fungsi otak dan demensia.

“Seiring populasi dunia menua, semakin banyak orang menghadapi penurunan kognitif. Jika kita mampu mengidentifikasi aktivitas harian yang membuat otak tetap ‘muda’, maka gangguan memori, perhatian, bahkan kemandirian dapat ditunda,” ujar Aneta Brzezicka.

Penelitian ini bukan studi kecil-kecilan. Para ilmuwan menganalisis data kesehatan dan pencitraan saraf lebih dari 1.400 partisipan di 13 negara. Uniknya, sebagian peserta adalah individu dengan keahlian khusus di bidang tari tango, musik, seni visual, hingga gim strategi.

Menurut Brzezicka, aktivitas kreatif memiliki “paket lengkap” bagi kesehatan otak. Di dalamnya terdapat tantangan kognitif, keterlibatan emosi, interaksi sosial, serta koordinasi motorik halus—kombinasi yang sangat ideal untuk menjaga fungsi otak tetap prima.

Untuk mengukur usia otak, peneliti menggunakan teknologi canggih bernama brain clock. Model komputasi ini memperkirakan usia otak berdasarkan pola aktivitas listrik yang direkam melalui EEG dan MEG.

banner 484x341

Jika usia otak yang diprediksi lebih muda dari usia biologis, berarti proses penuaan otak berjalan lebih lambat. Selisih ini dikenal sebagai brain age gap.

Hasilnya mencengangkan. Partisipan yang aktif dalam kegiatan kreatif memiliki usia otak lebih muda dibandingkan kelompok pembanding. Efek paling dramatis terlihat pada mereka yang telah mengasah keterampilan kreatif selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  DPR Setujui Abolisi Tom Lembong, Proses Hukum Korupsi Rp194 Miliar Dihentikan

“Di semua bidang yang kami teliti, para ahli menunjukkan pola aktivitas otak yang dinilai sekitar empat hingga tujuh tahun lebih muda dibandingkan individu lain dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan yang sama,” tegas Brzezicka.

Tak hanya aktivitas jangka panjang, pelatihan singkat pun memberi dampak nyata. Dalam studi pelatihan gim strategi, partisipan yang berlatih sekitar 30 jam mengalami penurunan usia otak hingga tiga tahun, disertai peningkatan perhatian dan performa kognitif.

Kesimpulannya jelas: otak orang dewasa tetap plastis dan mampu berubah secara terukur bahkan dalam waktu relatif singkat.

Neuropsikolog dari Marcus Neuroscience Institute, Raphael Wald, menyebut temuan ini menegaskan pentingnya menjaga otak tetap aktif melalui berbagai kegiatan. Kreativitas memicu cara berpikir abstrak dan fleksibel, dua kunci utama kesehatan kognitif.

Sementara itu, Megan Glenn, neuropsikolog klinis dari Hackensack Meridian Neuroscience Institute, menilai studi ini sebagai alarm penting untuk membangun cadangan kognitif sejak usia muda. Mengembangkan minat kreatif, katanya, adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan otak.

Para ahli sepakat, aktivitas kreatif tak harus dilakukan secara profesional. Kuncinya adalah memilih kegiatan yang disukai, agar bisa dijalani secara konsisten. Karena ternyata, di balik hobi sederhana, tersimpan kekuatan besar untuk menjaga otak tetap tajam dan muda lebih lama. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *