Banjarbaru Bersiap Menggema! Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Harapan Baru Pendidikan Indonesia

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bersiap mencatat sejarah. Ribuan guru, siswa, dan tenaga kependidikan akan tumpah ruah menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Sekolah Rakyat.

Merupakan program pendidikan kerakyatan yang digadang-gadang menjadi tonggak keadilan sosial di bidang pendidikan. Acara monumental ini akan digelar di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

banner 719x1003

Presiden Prabowo dijadwalkan hadir bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah. Lokasi peresmian berada di kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, yang sejak akhir pekan dipenuhi nuansa persiapan penuh semangat dan harapan.

Tak kurang dari 2.000 peserta dari berbagai penjuru Nusantara akan menjadi saksi lahirnya babak baru pendidikan inklusif Indonesia. Para siswa menampilkan paduan suara megah, teater penuh pesan kemanusiaan, pidato inspiratif, hingga visualisasi baris-berbaris yang memukau langsung di hadapan Presiden.

Yang istimewa, para siswa ini datang dari lintas daerah: Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh, Papua, hingga Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, dan Makassar. Mereka adalah simbol hidup bahwa pendidikan mampu menembus batas geografis dan keterbatasan ekonomi.

Salah satu sosok yang menyita perhatian adalah Earlene Naifah Widyadana, siswi Sekolah Rakyat Terpadu 8 Jombang. Gadis sederhana ini dipercaya menjadi pembawa acara dalam peresmian kenegaraan tersebut. Bagi Naifah, momen ini bukan sekadar tampil di panggung melainkan lompatan hidup.

“Enggak nyangka, kaget banget. Saya belum pernah naik pesawat sebelumnya. Alhamdulillah bisa sampai sini, katanya juga ada Pak Prabowo. Bisa ketemu Presiden itu rasanya senang banget,” ujar Naifah kepada suarasmr.news dengan mata berbinar, Sabtu (10/1/2026).

banner 484x341

Naifah berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja serabutan. Ia mengaku Sekolah Rakyat menjadi pintu harapan untuk kembali menata masa depan lewat pendidikan.

Baca Juga :  Presiden Prancis Emmanuel Macron Kagumi Terhadap Keindahan Candi Borobudur

“Awalnya santai aja, tapi makin dekat hari-H kok jadi deg-degan. Apalagi ini pertama kali menghadap Presiden Republik Indonesia,” tuturnya lirih namun penuh bangga.

Dari ujung timur Indonesia, Maria Cindayani Rosari Limun, guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang, menyambut peluncuran ini dengan haru dan optimisme. Ia menilai Sekolah Rakyat benar-benar menyasar mereka yang selama ini tertinggal dari akses pendidikan.

“Kami berharap Sekolah Rakyat di NTT bisa sampai jenjang SMA. Masih banyak anak-anak yang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Hingga kini, 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 2025. Pemerintah juga telah membangun 104 sekolah permanen, dengan target ambisius mencapai 200 titik pada 2027.

“Hari Senin (12/1) nanti, Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik akan diresmikan secara resmi,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rilisnya, Sabtu (11/1/2026).

Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah deklarasi negara bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa—tanpa kecuali, tanpa diskriminasi. Banjarbaru pun bersiap menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi Indonesia. (red/imam)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *