Surabaya Bergejolak! Ratusan Jagal Menolak, Eri Cahyadi Tegas: RPH Pegirian Tetap Dipindah

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Gelombang penolakan dari ratusan jagal tak menggoyahkan langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun dipastikan tetap melaju, meski menuai protes keras dari para pelaku usaha pemotongan hewan.

Eri menegaskan, pemindahan RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, apalagi keputusan sepihak. Langkah ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya yang telah dirancang sejak 2016 dan semestinya direalisasikan pada 2019.

banner 719x1003

“Saya sampaikan, RPH ini adalah kegiatan tahun 2016. Sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah Kota Surabaya,” tegas Eri, Rabu (14/1/2026).

Namun, badai pandemi Covid-19 memaksa Pemkot Surabaya mengerem sementara rencana besar tersebut. Pemerintah memilih menata secara bertahap, dimulai dari pemindahan RPH babi, sebelum akhirnya berlanjut ke RPH sapi Pegirian.

Kini, setelah situasi berangsur normal, jam pemindahan kembali berdetak. Eri memastikan relokasi RPH Pegirian akan dilakukan sekitar Maret 2026, usai Ramadan atau Lebaran.

“Insyaallah pemindahan RPH akan dilakukan bulan Maret setelah Lebaran atau Ramadan. Ini rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Surabaya dan harus berjalan,” ujarnya lugas.

Lebih jauh, Eri membeberkan alasan strategis di balik kebijakan ini. Pemindahan RPH Pegirian merupakan bagian dari penataan besar kawasan religi Sunan Ampel, salah satu destinasi ziarah terbesar di Jawa Timur.

banner 484x341

Lahan eks-RPH nantinya akan disulap menjadi parkir terintegrasi dan sentra UMKM, demi mendukung kenyamanan peziarah. roda pembangunan kota terus bergerak. Surabaya berubah, dan kebijakan besar ini tak bisa dihentikan.

“Kami akan melakukan penataan kawasan Ampel dan menjadikannya lokasi parkir terintegrasi. Konsep ini sudah kami keluarkan sejak tahun 2016,” jelasnya.

Selama ini, kawasan Ampel dinilai semrawut, terutama persoalan parkir dan arus peziarah. Penataan menyeluruh disebut Eri sebagai harga mati demi keamanan, kenyamanan, serta geliat ekonomi warga sekitar.

Baca Juga :  Peran Penting Pemerintah Desa Picisan Tulungagung dalam Mendukung Posyandu

“Kita tata kawasan Sunan Ampel agar peziarah nyaman, aman parkir, dan kuliner tertata. Penataan kawasan Ampel ini harus berjalan,” tandasnya.

Meski penolakan ratusan jagal masih bergema, Pemkot Surabaya menegaskan tak akan mundur. Pemerintah berjanji tetap mengakomodasi kebutuhan para jagal pasca-pemindahan, sembari memastikan roda pembangunan kota terus bergerak. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *