SUARASMR.NEWS – Meski dihadapkan pada penurunan anggaran, Desa Sendang menunjukkan tekad baja. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Sendang untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) Tahun Anggaran 2027, yang digelar di Aula Desa Sendang, Jumat (23/1/2026).
Forum tahunan strategis ini menjadi panggung konsolidasi seluruh pemangku kepentingan—dari pemerintah desa hingga masyarakat—untuk menyatukan visi, menggali potensi, dan menyusun skala prioritas pembangunan desa ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sendang Suharto, perwakilan kecamatan Yuli (Kasi Pemberdayaan), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala SMPN 1 Sendang Indah, bidan desa, seluruh perangkat desa, pendamping desa, Karang Taruna, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sendang.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Suharto mengungkapkan bahwa dana desa pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp800 juta, sementara tahun ini turun drastis menjadi sekitar Rp331 juta. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat pengabdian.
“Walaupun anggaran menurun, kita harus tetap solid dan mendukung penuh program Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto. Pembangunan harus tetap berjalan dengan semangat dan tanggung jawab,” tegas Suharto.
Fokus Prioritas: Kemiskinan Ekstrem hingga Infrastruktur. Suharto menjelaskan, arah pembangunan desa tetap mengacu pada delapan prioritas utama, di antaranya:
Penanganan kemiskinan ekstrem. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar.Penguatan posyandu dan penanganan stunting Pembangunan dan perbaikan infrastruktur desa
Selain itu, Pemerintah Desa Sendang juga berkomitmen menggali sumber-sumber pembangunan alternatif di luar Musrenbang, dengan penetapan skala prioritas yang realistis untuk RKP Desa.
“Dengan keterbatasan anggaran, diperlukan jiwa pengabdian agar pembangunan tetap tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Jalan Rusak Jadi Sorotan Utama: Untuk tahun anggaran 2026, sejumlah kegiatan terpaksa ditunda akibat turunnya pagu dana desa sebagai dampak instruksi pemerintah pusat. Meski demikian, program BLT Desa, pelayanan kesehatan, dan ketahanan masyarakat tetap berjalan.
Salah satu usulan yang mengemuka dan menjadi prioritas mendesak adalah perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kandangan, yang kondisinya rusak dan sangat memengaruhi roda perekonomian warga.
Pesan Penutup: Jangan Mundur, Terus Melaju! Menutup Musrenbang, Suharto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan amanah dan tanggung jawab bersama.
“Lakukan yang terbaik, wujudkan program pemerintah sebaik mungkin. Jangan sampai lembaga desa mundur terus bangun semangat dan prinsip pengabdian. Mudah-mudahan ke depan ada perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.
Desa Sendang membuktikan: keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, arah kemajuan tetap digenggam erat (red/aidil)














