SUARASMR.NEWS – Semangat membangun desa menggema kuat di Balai Desa Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung pada Senin (26/1/2026) malam.
Pemerintah Desa Pucung Kidul bersama masyarakat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang sarat makna, menjadi ruang strategis menyatukan kepentingan rakyat demi kemajuan desa ke depan.
Musrenbangdes ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting menggali potensi desa serta merumuskan sumber-sumber pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada penetapan skala prioritas Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun Anggaran 2027.
Kepala Desa Pucung Kidul, Winarto, S.Pd, menegaskan bahwa Musrenbangdes dihadiri unsur lengkap mulai dari Camat Boyolangu, Sekretaris Desa Mahmud, seluruh perangkat desa, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga desa.
“Forum ini menjadi wadah menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Semua usulan kami rangkum demi meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Winarto.
Salah satu poin penting yang mencuri perhatian adalah pembahasan program pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.
Pemerintah desa mendorong kemandirian kelompok rentan melalui pelatihan dan bantuan alat produksi seperti pembuatan tas, penanaman polybag, pengadaan benih serta pupuk, agar penyandang disabilitas mampu mandiri secara ekonomi.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pucung Kidul, Mahmud, menjelaskan bahwa arah pembangunan desa tetap berpijak pada karakter masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Usulan yang mengemuka didominasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar.
“Usulan dari RT dan RW mempertegas kebutuhan warga, mulai dari paving jalan, talud, penerangan jalan umum, MCK, sumur bor, gorong-gorong, hingga perbaikan infrastruktur lainnya,” jelas Mahmud.
Dukungan juga datang dari Koramil Boyolangu yang mengapresiasi pola pikir dan langkah cepat Pemerintah Desa Pucung Kidul. Menurutnya, penentuan lokasi strategis Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi bukti keseriusan desa dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Kami bangga dengan cara berpikir dan bertindak pemerintah desa yang satset. Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi warga dari lapisan terbawah. Warga rukun, berpikiran maju, ekonomi pasti ikut tumbuh,” ujarnya penuh optimisme.
Musrenbangdes Pucung Kidul pun menjadi cerminan kuatnya sinergi pemerintah desa dan masyarakat bergerak bersama, merancang masa depan desa yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. (red/aidil)













