SUARASMR.NEWS — Penyakit ginjal kerap datang tanpa suara, tanpa nyeri, tanpa tanda dramatis namun dampaknya bisa menghancurkan. Banyak orang baru tersadar saat kondisinya sudah parah. Padahal, sinyal bahaya sebenarnya sudah muncul sejak awal hanya saja sering diabaikan.
Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Adi Husada Kapasari Surabaya, dr. Yolanda Njotowibowo, mengungkapkan bahwa rasa cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi tanda awal gangguan ginjal yang kerap tidak disadari masyarakat.
“Sering merasa cepat lelah, kaki bengkak, urine berbuih. Ditambah tekanan darah dan kadar gula yang kerap tinggi itu sudah menjadi lampu kuning untuk fungsi ginjal,” tegasnya.
Menurutnya, mayoritas pasien datang saat kerusakan sudah berada di tahap berat. Ginjal yang seharusnya bekerja senyap 24 jam menyaring racun dan sisa metabolisme tubuh, perlahan melemah tanpa disadari pemiliknya.
Karena itu, Yolanda menekankan pentingnya deteksi dini lewat pemeriksaan ACR (Albumin Creatinine Ratio) tes urine sederhana namun sangat krusial untuk mengungkap kebocoran protein di ginjal.
“ACR bisa mendeteksi kebocoran albumin bahkan sebelum gejala klinis terasa. Ini alarm dini sebelum kerusakan menjadi permanen,” jelasnya.
Kelompok berisiko tinggi diminta tidak menunda pemeriksaan, terutama penderita diabetes, hipertensi, mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal, serta orang yang sering merasa lelah tanpa sebab jelas.
Pesannya tegas: jangan tunggu ginjal rusak baru bertindak. Satu tes sederhana hari ini bisa menjadi penyelamat dari ancaman gagal ginjal di masa depan.
“Ginjal bekerja tanpa henti untuk kita. Sudah waktunya kita juga peduli sebelum terlambat,” pungkasnya. (red/akha)












