SUARASMR.NEWS – Indonesia kembali bersiap menghadapi amukan cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi masih akan mengguyur berbagai wilayah Tanah Air selama sepekan ke depan, mulai 10 hingga 16 Februari 2026.
Peningkatan curah hujan ini bukan tanpa sebab. Monsun Asia terpantau semakin menguat, ditandai dominasi aliran angin timur laut dari daratan Asia yang membawa massa udara basah menuju kawasan maritim tropis Indonesia. Kondisi ini menjadi “bahan bakar” utama terbentuknya awan hujan masif di berbagai daerah.
Tak berhenti di situ, BMKG juga mencatat aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin yang semakin intens. Kombinasi dua fenomena atmosfer ini memperkuat proses konvektif dan memperbesar peluang terjadinya hujan deras di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, hingga Papua.
BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi berpotensi memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan bencana.
● Prospek Cuaca 10–12 Februari 2026
Secara umum, cuaca Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan hujan sedang hingga lebat patut diwaspadai di: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung.
Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Di sejumlah wilayah tersebut, hujan lebat berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang, masuk dalam kategori peringatan dini.
● Prospek Cuaca 13–16 Februari 2026
Memasuki pertengahan pekan, pola cuaca belum menunjukkan tanda mereda. Hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan lonjakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di: Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan.
Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah.
Kemudian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG kembali menegaskan, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi muncul di sejumlah wilayah dengan status peringatan dini cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG, meningkatkan kewaspadaan, serta mengantisipasi dampak lanjutan demi keselamatan bersama. (red/akha)












