Menko Yusril Heran Masyarakat Pilih Lapor Damkar Bandingkan Polisi

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, dibuat geleng-geleng kepala oleh tren baru yang muncul di tengah masyarakat, apa pun masalahnya, yang dihubungi justru pemadam kebakaran.

Fenomena unik itu diungkapkan Yusril saat menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada Senin (24/11/2025).

banner 719x1003

Menko Kumham Imipas menyebut masyarakat kini lebih nyaman mengontak Damkar ketimbang polisi, bahkan untuk kasus-kasus yang sama sekali bukan soal kebakaran.

“Saya membaca artikel, masyarakat kalau ada apa-apa lebih senang menghubungi Damkar daripada polisi,” ujar Yusril di hadapan ratusan mahasiswa di Makassar.

Mulai dari ular masuk rumah, buaya nyasar, tangan kejepit teralis, hingga urusan kecil yang sejatinya bisa ditangani aparat keamanan, masyarakat justru lebih percaya memanggil petugas Damkar. Yusril bahkan secara blak-blakan mengakui keheranannya itu.

“Kalau ada ular, ada buaya, yang dipanggil Damkar, bukan polisi. Polisi dipanggil, polisi tidak bisa. Damkar bisa menangkap buaya. Saya juga heran-heran, tapi itulah kenyataannya,” katanya disambut gelak mahasiswa.

Menurut Yusril, fenomena ini bukan sekadar lucu, tapi menjadi alarm penting bagi lembaga kepolisian. Ia menilai ada “pergeseran rasa aman” di masyarakat warga merasa jauh lebih nyaman, lebih tidak takut, dan lebih yakin pada respons Damkar daripada Polisi.

banner 484x341

Yusril menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi bahan renungan serius. “Bagaimana polisi tidak menimbulkan rasa takut, melainkan rasa mengayomi dan melindungi. Itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Ia mengatakan kritik terhadap aparat penegak hukum, khususnya penyidik kepolisian, harus diterima sebagai masukan untuk mmemperbaiki citra diri pada Polisi.

“Semua itu kita terima untuk kita perbaiki. Semoga ke depan keadaannya lebih baik,” pungkasnya, menanggapi pertanyaan mahasiswa tentang urgensi reformasi kepolisian.

Baca Juga :  FKUB Surabaya Ajak Warga Wujudkan Toleransi Nyata di Kehidupan Sehari-hari

Fenomena ini pun memantik diskusi hangat soal siapa sebenarnya “pahlawan terdekat” masyarakat: Polisi atau Damkar? Waktu yang akan menjawab namun suara publik kini sudah jelas terdengar. (red/saf)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *