Angin Kencang Terjang Bali, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 7 Maret

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS –Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang yang bertiup cukup kuat membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di laut.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar mencatat, kecepatan angin maksimum di Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai mencapai 37 knot atau sekitar 68 kilometer per jam, angka yang tergolong cukup kuat dan berpotensi memicu berbagai gangguan cuaca.

banner 719x1003

Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika, menjelaskan bahwa angin kencang ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer sekaligus, mulai dari terbentuknya pola pertemuan massa udara (konvergensi) di sekitar Bali hingga aktifnya fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) fase 4 yang meningkatkan pembentukan awan hujan.

Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 90S yang berada di perairan selatan Jawa dan bergerak ke arah timur menuju perairan selatan Bali.

“Kondisi ini turut diperkuat oleh gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin yang diperkirakan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan,” jelas Ariantika, Kamis (5/3).

Menurutnya, angin kencang yang sering terjadi pada malam hari juga berpotensi memicu fenomena downburst, yaitu hembusan angin kuat yang turun dari awan Cumulonimbus (Cb).

Fenomena ini biasanya muncul saat terbentuk bibit siklon tropis, terutama setelah terjadi pemanasan permukaan yang tinggi pada pagi hingga siang hari.

banner 484x341

BMKG memperkirakan kondisi angin kencang masih berpotensi terjadi hingga 7 Maret, dengan kekuatan yang bisa berubah-ubah.

Sejumlah wilayah di Bali yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Tabanan, serta Klungkung khususnya Nusa Penida.

Selain angin kencang dan hujan lebat, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi laut. BBMKG mencatat tinggi gelombang di perairan selatan Bali mencapai 1 hingga 5 meter, sedangkan di perairan utara Bali berkisar 0,5 hingga 2 meter. Kondisi ini berisiko bagi aktivitas pelayaran, nelayan, hingga wisata bahari.

Baca Juga :  Penguatan Akar Budaya Melalui Kerja Sama DIY dan Kabupaten Magelang

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Nelayan dan pelaku wisata laut juga diminta memperhatikan perkembangan gelombang yang dapat mencapai lebih dari 2 meter dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG dan menyimpan nomor darurat untuk melaporkan kejadian bencana sebagai langkah mitigasi dini. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *