Arus balik memuncak! 32 kapal dikerahkan, Pelabuhan Ketapang siaga total hadapi gelombang pemudik

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk memasuki fase paling krusial. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengerahkan kekuatan penuh.

Yaitu  dengan mengoperasikan 32 kapal feri sekaligus pada H+7, Minggu (29/3/2026), demi menghadapi lonjakan pemudik yang terus mengalir tanpa henti.

banner 719x1003

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menegaskan bahwa skenario “super padat” ini menjadi langkah strategis untuk mencegah lumpuhnya arus penyeberangan di jalur vital Jawa–Bali.

“Sebanyak 18 kapal kami operasikan dengan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi dan mengurai antrean kendaraan, terutama mobil pribadi, sepeda motor, hingga truk logistik,” ungkapnya pada Minggu (29/3/2026).

Distribusi kapal dengan pola TBB dilakukan secara masif di berbagai titik krusial: Dermaga MB-IV: 4 kapal. LCM: 11 kapal. Dermaga Bulusan: 3 kapal

Langkah agresif ini terbukti ampuh menjaga ritme pergerakan kendaraan yang sempat mengalami lonjakan tajam, terutama sepeda motor yang mendominasi arus balik kali ini.

Motor membludak, tolgate jebol: Dari pantauan suarasmr.news di lapangan, gelombang pemudik roda dua membludak hingga membuat kapasitas jalur khusus motor tak lagi mampu menampung antrean.

banner 484x341

Bahkan, petugas terpaksa membuka pintu tiket kendaraan roda empat untuk mengurai kepadatan sepeda motor yang mengular panjang.

Sementara itu, antrean mobil pribadi tetap mengular di sejumlah dermaga, meski pergerakan kapal terbilang cukup cepat berkat skema TBB yang diterapkan penuh.

Arief memastikan kondisi masih terkendali berkat koordinasi intensif antara ASDP, regulator seperti KSOP dan BPTD, serta aparat kepolisian.

“Kami pastikan arus balik tetap berjalan lancar. Koordinasi terus kami perkuat untuk menghindari penumpukan ekstrem,” kata Arief menegaskan.

Data terbaru: pergerakan turun, logistik naik tajam. Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran Ketapang selama H+6 (28 Maret 2026), tercatat: 208 trip kapal dalam 24 jam.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Hantam Gilimanuk, Penyeberangan Dua Kali Ditutup Antrean Truk Logistik Mengular

Terdiri dari 49.523 penumpang menyeberang (turun 12,4% dibanding tahun lalu). 8.925 motor (turun 15%). 5.513 mobil pribadi (turun 13%). 998 truk logistik (naik 10,2%). 345 bus (turun 11,1%)

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 15.781 unit, atau turun 12,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski terjadi penurunan jumlah penumpang dan kendaraan pribadi, lonjakan signifikan pada truk logistik menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas distribusi barang pasca-Lebaran tengah meningkat pesat.

Dengan armada kapal yang dikerahkan maksimal dan strategi operasional super cepat, Pelabuhan Ketapang sejauh ini masih mampu bertahan menghadapi tekanan arus balik.

Namun, lonjakan pemudik khususnya kendaraan roda dua menjadi tantangan nyata yang harus terus diantisipasi. Arus balik belum usai.

Gelombang pemudik masih bergerak. Dan Ketapang gerbang utama Jawa ke Bali tetap berada di garis depan pertarungan melawan kemacetan. (red/agus)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *