Atap Sekolah Ambruk Keselamatan Siswa Jadi Taruhan di Tengah Cuaca Ekstrem

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Insiden ambruknya atap ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya mengguncang perhatian publik dan menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kota Surabaya. DPRD Kota Surabaya pun angkat suara, menegaskan bahwa keselamatan bangunan sekolah tak boleh lagi dianggap sepele.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak evaluasi total seluruh fasilitas pendidikan. Ia menilai, pendataan ulang bangunan sekolah terutama yang telah direnovasi harus segera dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk memastikan ketahanan bangunan terhadap risiko bencana.

banner 719x1003

“Dinas Pendidikan harus mendata ulang dan mencocokkan bangunan sekolah yang sudah direnovasi. Apakah benar-benar sesuai dengan standar mitigasi bencana? Cuaca ekstrem dan angin kencang akhir-akhir ini sering terjadi. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” tegas Ajeng.

Ajeng menekankan, seluruh sekolah hasil renovasi wajib memenuhi standar mitigasi bencana terkini. Hal ini krusial mengingat Surabaya kerap diterjang cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang berpotensi memicu kerusakan struktural.

“Dalam setiap pembahasan anggaran, sarana pendidikan selalu jadi prioritas. Target renovasi SD dan SMP sudah ada. Maka seharusnya seluruhnya sudah terstandar mitigasi bencana,” ujarnya.

Lebih jauh, Ajeng mengingatkan bahwa keselamatan siswa adalah harga mati. Bangunan sekolah, katanya, tidak boleh menyimpan risiko laten yang mengancam nyawa dan kenyamanan belajar.

Ia juga mendorong agar mitigasi bencana di lingkungan sekolah diperluas dan diperkuat, tidak hanya fokus pada gempa bumi, tetapi juga angin kencang, kebakaran, hingga potensi ancaman lainnya.

banner 484x341

“Kita fokuskan mitigasi bencana secara terintegrasi. Mungkin SOP sudah ada, tapi belum cukup mengakomodasi risiko seperti angin kencang atau kebakaran. Ini yang harus dibenahi,” kata Ajeng.

Proses renovasi sekolah, lanjutnya, harus berbasis penilaian risiko yang komprehensif, dengan pendampingan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, pengecekan fisik bangunan secara berkala dinilai mutlak untuk mendeteksi kerusakan sejak dini.

Baca Juga :  AHBI Bakal Gelar Pendidikan Pajak, Penegakan Hukum Perpajakan Pilar Keadilan

“Kita pastikan anak-anak sekolah aman, bangunannya kuat, lingkungannya tertata, termasuk pengamanan lalu lintas di sekitar sekolah. Anggaran sudah ada—baik BOS maupun BOPDA—tinggal bagaimana benar-benar diintegrasikan dengan mitigasi bencana,” tandasnya.

Ajeng juga menegaskan bahwa evaluasi fisik bangunan harus berjalan seiring dengan edukasi kebencanaan. Lingkungan sekolah yang aman adalah fondasi utama proses belajar mengajar yang optimal.

Diketahui, insiden ambruknya plafon di SMP Negeri 60 Surabaya sempat melumpuhkan aktivitas belajar dan membuat sejumlah siswa mengalami syok. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, saat kegiatan belajar baru dimulai, dengan cuaca ekstrem dan angin kencang diduga sebagai pemicu utama.

Kini, publik menanti langkah nyata Pemkot Surabaya: bertindak cepat atau menunggu korban berikutnya? (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *