SUARASMR.NEWS – Memasuki bulan suci Ramadhan, kewaspadaan terhadap keamanan pangan kembali menjadi sorotan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jakarta (BBPOM) Jakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar lebih cermat memilih takjil demi menjaga kesehatan saat berbuka puasa.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menekankan bahwa masyarakat harus mengutamakan takjil yang masih segar dan disajikan dalam kondisi tertutup. Tak hanya itu, warga juga diminta memastikan makanan tidak berbau asam, apek, atau menyengat.
“Hindari makanan dengan warna terlalu mencolok atau tampak tidak wajar. Pilih penjual yang menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar,” tegas Sofiyani dikutip suarasmr.news, Senin (22/2/2026).
Berdasarkan hasil pengawasan tahun 2025 di berbagai sentra takjil dan ritel modern, BBPOM Jakarta menguji 147 sampel pangan. Hasilnya cukup mengejutkan: 6 sampel (4,1 persen) tidak memenuhi syarat. 141 sampel (95,9 persen) memenuhi standar keamanan.
Pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, Pasar Kebayoran Lama, Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, hingga Hypermart Puri Indah.
Adapun jenis takjil yang diuji antara lain mi kuning, kue mangkok, hingga tahu makanan yang kerap menjadi favorit berbuka puasa.
Pengawasan Diperketat Sejak 18 Februari 2026: Tak menunggu Ramadhan tiba, BBPOM DKI telah mengintensifkan pengawasan makanan olahan sejak 18 Februari 2026. Sasaran pemeriksaan meliputi supermarket, distributor, importir, serta sarana distribusi pangan lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan nyaman tanpa ancaman pangan berbahaya.
Ramadhan adalah bulan penuh berkah jangan sampai tercoreng oleh takjil yang tidak aman. Pilih yang segar, bersih, dan sehat. Karena berbuka bukan sekadar melepas dahaga, tetapi juga menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan. (red/ria)












