Bulog Tegaskan Beras Aman Stok Tembus 3,35 Juta Ton, Siap Kawal Imlek–Ramadhan–Lebaran 2026 Tanpa Gejolak Harga

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Pemerintah memastikan masyarakat tak perlu cemas menghadapi lonjakan konsumsi pangan jelang hari besar keagamaan.

Perum Bulog mengumumkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh Indonesia kini menembus 3.351.900 ton, angka yang dinilai lebih dari cukup untuk mengamankan kebutuhan nasional mulai dari Imlek, Ramadhan, hingga Lebaran Idul Fitri 2026.

banner 719x1003

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, cadangan beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh penjuru Tanah Air berada dalam kondisi aman, siap distribusi, dan terkendali.

“Kami tegaskan, total stok beras Bulog di seluruh Indonesia saat ini mencapai 3.351.900 ton. Stok ini merupakan cadangan strategis nasional pemerintah,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat.

Rizal menekankan, cadangan beras tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan senjata utama negara untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama saat konsumsi masyarakat meningkat tajam pada momentum hari besar keagamaan.

“Stok ini kami siapkan untuk menghadapi Imlek dalam waktu dekat, kemudian Ramadhan, dan Lebaran. Distribusi akan dijaga agar masyarakat tidak kekurangan beras,” tegasnya.

Lebih jauh, Bulog memproyeksikan lonjakan signifikan cadangan beras nasional sepanjang 2026. Seiring musim panen di berbagai sentra produksi utama, Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras sebagai penguatan ketahanan pangan nasional.

banner 484x341

Jika target ini tercapai, total stok Bulog diperkirakan mendekati 7 juta ton sepanjang 2026, memperbesar ruang intervensi pasar dan memperkuat bantuan pangan bagi masyarakat.

“Insya Allah stok akan terus bertambah. Tahun 2026 ini Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton setara beras dari hasil panen nasional,” ungkap Rizal.

Fokus Dalam Negeri, Negara Hadir: Rizal menegaskan, stok hampir 7 juta ton tersebut akan diprioritaskan sepenuhnya untuk kebutuhan dalam negeri, guna memastikan harga tetap stabil dan pasokan aman selama periode rawan inflasi pangan.

Baca Juga :  Posyandu Desa Gedangsewu, Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Partisipasi Masyarakat

Bulog memastikan pengelolaan cadangan beras dilakukan secara optimal, tepat sasaran, dan terkoordinasi lintas instansi, sehingga masyarakat tetap terlindungi dari gejolak harga di tengah meningkatnya konsumsi nasional.

Dengan cadangan raksasa dan kesiapsiagaan distribusi, Bulog menegaskan satu pesan: beras aman, negara siaga, rakyat tenang. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *