Dari Madrasah di Jember ke Panggung Dunia: Dr. Mega Fariziah, Dosen UIN KHAS yang Mengibarkan Merah Putih di Forum Internasional

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Di balik ruang-ruang kelas Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK UIN KHAS Jember, tumbuh sosok akademisi yang kiprahnya melampaui batas geografis.

Dr. Mega Fariziah Nur Humairoh, M.Pd. bukan sekadar dosen, ia adalah simbol ketekunan, ketaatan pada nilai, dan keberanian menembus panggung dunia.

banner 719x1003

Lahir dan besar di Jember dari keluarga sederhana yang sarat nilai keislaman, Dr. Mega dibesarkan dalam disiplin dan keteladanan. Ayahnya merupakan pensiunan Pengadilan Agama Jember.

Sementara sang ibu sepenuhnya mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga. Dari rumah sederhana itulah tumbuh karakter rendah hati dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian paling mulia.

Sejak dini, jejak pendidikannya tak lepas dari lembaga berciri madrasah—mulai dari MI, MTs, hingga MA. Nilai religius dan akademik berjalan beriringan, membentuk fondasi kuat yang kelak mengantarnya ke panggung global.

Usai lulus MA, Mega sebenarnya memendam mimpi mendalami Psikologi Klinis. Namun hidup menempatkannya pada persimpangan: mengikuti ambisi pribadi atau meraih restu orang tua.

Mega Fariziah Nur Humairoh, memilih jalan kedua. Sebuah keputusan yang kala itu terasa berat, namun justru menjadi titik balik prestasi.

banner 484x341

Dengan penuh kesungguhan, ia menekuni dunia Pendidikan Bahasa Inggris. Gelar sarjana diraihnya di Universitas Jember, magister diselesaikan di Universitas Islam Malang, hingga akhirnya meraih gelar doktor di Universitas Negeri Malang.

Setiap jenjang bukan sekadar gelar, melainkan proses panjang pembentukan jati diri sebagai pendidik, peneliti, dan duta intelektual bangsa. Kini, nama Dr. Mega tak hanya dikenal di ruang kuliah, tetapi juga di berbagai forum ilmiah internasional.

Fokus penelitiannya pada komunikasi antarbudaya serta pengembangan materi pembelajaran berbasis ekokultural menjadikannya rujukan dalam diskursus pendidikan lintas budaya.

Baca Juga :  AHBI Bakal Gelar Pendidikan, Solusi Mendapakan Keadilan Perpajakan

Oktober 2024, ia tampil di GLOBELT 10 International Conference di Turki. Februari 2025, namanya tercatat sebagai pembicara bersponsor di CamTESOL Conference ke-21 di Kamboja.

Puncaknya, November 2025, Dr. Mega terpilih menjadi pembicara internasional di Osaka, Jepang, mengulas inovasi pembelajaran lintas budaya melalui virtual exchange dan digital storytelling.

“Setiap perjalanan ke luar negeri bukan sekadar agenda akademik, tetapi misi membawa nama baik institusi dan bangsa,” ujar Dr. Mega, Jumat (9/1/2025).

Dari Jember untuk Dunia: Dari ruang kelas sederhana di Jember hingga forum ilmiah kelas dunia, Dr. Mega membuktikan bahwa dedikasi, konsistensi, dan keberanian bermimpi mampu menembus sekat geografis.

Di akhir kisah perjalanannya, ia menitipkan pesan kuat bagi mahasiswa dan generasi muda: percaya pada diri sendiri dan berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, mimpi bukan milik mereka yang paling sempurna, melainkan milik mereka yang berani mencoba dan bertahan.

Dari kesederhanaan keluarga, ketaatan pada orang tua, hingga prestasi di level global, kisah Dr. Mega Fariziah menjadi bukti bahwa pengabdian seorang dosen dapat beresonansi jauh melampaui ruang kelas hingga menggema di panggung dunia. (red/agus)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *