Demo Ricuh di DPR: MUI Ingatkan DPR Hati-Hati Dalam Menyampaikan Pernyataan di Ruang Publik 

oleh -1030 Dilihat
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Gelombang aksi demonstrasi kembali mengguncang Jakarta. Dalam sepekan terakhir, tercatat empat kali unjuk rasa berlangsung di depan Gedung DPR RI, yakni pada 25, 28, dan 29, 30 Agustus 2025.

Aksi yang awalnya berjalan damai itu meluas ke sejumlah titik di Ibu Kota bahkan merembet ke daerah lain, hingga menelan korban jiwa.

banner 719x1003

Peristiwa paling tragis terjadi pada Kamis malam (28/8/2025). Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Barakuda di depan Rusun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.

Saat itu, rantis melaju kencang di tengah kerumunan massa. Seorang pria berjaket ojol terpeleset ketika hendak melintas. Naas, rantis tak sempat mengerem dan langsung menabraknya.

Korban terkapar di jalan, sementara sopir rantis memilih tancap gas. Massa yang menyaksikan kejadian sontak berusaha mengejar dan menghentikan kendaraan tersebut. Insiden ini memicu kemarahan demonstran di lokasi.

Akibat kejadian itu, tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya kini diperiksa di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi juga mengamankan mobil rantis yang terlibat. Adapun identitas anggota Brimob yang diperiksa yakni:

  1. Aipda M. Rohyani
  2. Briptu Danang
  3. Briptu Mardin
  4. Baraka Jana Edi
  5. Baraka Yohanes David
  6. Bripka Rohmat
  7. Kompol Cosmas K Gae

Menanggapi situasi yang kian memanas, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI, Masduki Baidlowi, mengingatkan seluruh anggota DPR RI agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

banner 484x341

“Kepada para anggota DPR, MUI mengharapkan agar jangan sampai menimbulkan atau mengumumkan sesuatu yang menyinggung masyarakat,” ujarnya di Jakarta dikutip suarasmr.news, Minggu (31/8/2025).

Masduki menilai kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit seharusnya membuat para wakil rakyat lebih sensitif terhadap penderitaan masyarakat.

Baca Juga :  Tragedi Pesta Rakyat Pernikahan Anak Gubernur Jawa Barat, Panitia Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP

“Masyarakat saat ini sangat menderita di bawah, secara ekonomi pekerjaan susah, semuanya susah. Oleh karena itu, wakil rakyat sebagai lembaga yang mewakili masyarakat seharusnya sangat memahami apa yang menjadi derita mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan lembaga yang dipimpinnya. Ia berjanji DPR RI akan terus berbenah dan membuka ruang seluas-luasnya untuk mendengarkan aspirasi rakyat.

“Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, kami meminta maaf apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat. DPR RI akan terus berbenah dalam mendengarkan aspirasi rakyat,” kata Puan dalam pernyataan resminya. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *