SUARASMR.NEWS — Pemerintah Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menunjukkan keseriusan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. Kamis (29/1/2026), sebanyak 40 kader PKK Desa Pojok mengikuti bimbingan teknis peningkatan kapasitas yang digelar di aula balai desa.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran kader PKK sebagai ujung tombak program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan stunting. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pojok Ismiati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pojok Suparti, Bidan Desa Dwi, serta Mantri Desa Nurul.
Kepala Desa Pojok, Ismiati, menegaskan bahwa bimbingan teknis ini merupakan tindak lanjut dari berbagai isu strategis nasional, terutama upaya pemerintah dalam menekan angka stunting hingga ke level desa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin kader PKK semakin berdaya dan aktif menjalankan program-program pemerintah, terutama penurunan stunting. Peran kader sangat menentukan kualitas kesehatan generasi masa depan desa,” tegas Ismiati.
Ia berharap seluruh kader PKK Desa Pojok mampu bekerja secara gotong royong, solid, dan berkelanjutan dalam menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bidan Desa Pojok, Dwi, menyampaikan bahwa dari rangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan, delapan kader dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. Sedangkan kader lainnya direncanakan akan kembali mengikuti pelatihan lanjutan pada tahun 2026 guna semakin meningkatkan kompetensi.
“Pada Februari mendatang, akan dilakukan pemberian vitamin bagi balita serta pengukuran tinggi dan berat badan secara menyeluruh. Data ini harus dicatat dengan akurat karena menjadi dasar penilaian status stunting di tingkat desa,” jelasnya.
Dwi menambahkan, saat ini Desa Pojok memiliki capaian penanganan stunting yang sangat baik, berkat komitmen desa dalam memprioritaskan Temberian Makanan Tambahan (TMT) sebagai penentu status gizi balita.
Ia juga menekankan pentingnya peran pos kader dan posyandu dalam pelaporan kondisi balita, mulai dari balita berisiko stunting hingga anak yang sudah masuk kategori stunting, termasuk tindak lanjut rujukan medis.
“Administrasi posyandu wajib diselesaikan tepat waktu setiap bulan. Semua harus dilakukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” pungkasnya.
Dengan langkah nyata ini, Desa Pojok tak hanya membangun fisik, tetapi juga menyiapkan generasi sehat dan berkualitas, membuktikan bahwa perang melawan stunting dimulai dari desa dan Desa Pojok siap berada di garda terdepan. (red/aidil)












