SUARASMR.NEWS – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP, Senin (6/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses ujian berjalan sesuai prosedur sekaligus menjaga kualitas dan integritas pelaksanaannya. Tim gabungan turun langsung ke lapangan melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah sekolah.
Tiga sekolah yang menjadi sampel pemantauan yakni SMP Negeri 1 Boyolangu, SMP Negeri 1 Campurdarat, dan SMP Negeri 2 Campurdarat. Dari hasil pemantauan, pelaksanaan TKA hari pertama terpantau berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, A.P., M.M., menjelaskan bahwa TKA tahun ini diperuntukkan bagi siswa di akhir jenjang pendidikan.
Yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP. Menurutnya, TKA menjadi instrumen penting dalam mengukur capaian akademik siswa sekaligus sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan di daerah.
“TKA ini tidak hanya mengukur kemampuan siswa, tetapi juga menjadi dasar bagi kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tulungagung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang utama dan satu gelombang khusus. Setiap gelombang terdiri atas empat sesi ujian, yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah serta ketersediaan perangkat ujian berbasis komputer.
Meski secara umum berjalan lancar, sejumlah kendala teknis masih ditemui di lapangan. Beberapa sekolah dilaporkan belum memiliki perangkat laptop yang memadai.
Selain itu, gangguan jaringan internet juga sempat terjadi di beberapa lokasi, termasuk akibat sambaran petir yang menghambat akses pada sesi awal gelombang pertama.
“Kendala akses laman web TKA sempat terjadi di awal, namun berkat kesiapan proktor dan panitia, masalah dapat segera diatasi sehingga peserta tetap dapat menyelesaikan ujian tepat waktu,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan menyarankan sekolah yang kekurangan perangkat untuk meminjam laptop atau Chromebook dari lembaga lain. Penyesuaian jadwal gelombang dan sesi juga dilakukan guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan optimal.
Sekolah yang mengalami kendala teknis diminta segera berkoordinasi dengan teknisi TKA Dinas Pendidikan. Peserta yang terdampak akan dijadwalkan ulang. Selain itu, sekolah juga didorong menyiapkan layanan internet alternatif untuk menghindari gangguan pada sesi berikutnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan sukses dan memberikan gambaran nyata terhadap kualitas pendidikan di daerah. (red/aden)











