SUARASMR.NEWS – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan event-event berkualitas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan mesin penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Menurut Novita, event yang dikelola secara profesional mampu menjadi magnet wisata sekaligus memicu lonjakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Ia mencontohkan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang sukses menembus Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah pencapaian prestisius di tingkat nasional.
“Masuknya Festival Jaranan Trenggalek ke KEN adalah bukti bahwa event daerah bisa naik kelas dan diakui nasional. Ini harus disambut serius dan dikawal oleh pemerintah daerah,” ujar Novita di Jakarta, Jumat.
Ia menekankan, terbukanya konektivitas antara daerah dan Kementerian Pariwisata akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat lokal, mulai dari pelaku UMKM, seniman, hingga sektor pendukung pariwisata.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka menjadi salah satu dari 125 event unggulan KEN 2026 yang disiapkan Kementerian Pariwisata. Selain Trenggalek, Jawa Timur juga menghadirkan deretan event budaya ikonik seperti Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo, serta Festival Ronthek di Kabupaten Pacitan.
“Ini momentum emas. Dengan dukungan kementerian, event-event ini harus menjadi agenda kreatif tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya,” tegas Novita.
Lebih lanjut, Novita berharap sinergi pusat dan daerah melalui program nasional dapat memperkuat posisi budaya lokal sebagai daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya melalui program Event by Indonesia, yang menargetkan lahirnya event-event berkelas dunia sebagai identitas bangsa.
Program ini meliputi Karisma Event Nusantara, SEABEF, serta berbagai agenda nasional dan internasional lainnya, yang didukung penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan pariwisata.
Dengan langkah ini, Indonesia tak hanya menjual destinasi, tetapi juga menjual pengalaman budaya yang berkelas dunia. (red/hil)












