Gedung MUI Bakal Menjulang di Jantung Ibu Kota, Eks Kedutaan Inggris di Bundaran HI

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Kawasan paling prestisius di Ibu Kota Jakarta bersiap mencatat sejarah baru. Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan dibangun megah di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris, tepat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Jalan M.H Thamrin sebuah lokasi strategis yang selama ini menjadi simbol denyut utama Jakarta. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa pembangunan gedung MUI akan dilakukan dari nol di atas lahan eks Kedutaan Inggris tersebut.

banner 719x1003

“Tanahnya bekas Kedutaan Inggris, ujar Prasetyo singkat saat ditemui awak media di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026). Ketika ditanya lebih lanjut soal konsep pembangunan, ia menegaskan, “Ya, pembangunan dari nol.”

Rencana besar ini sejalan dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang sebelumnya secara terbuka menyampaikan telah menyediakan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung MUI beserta lembaga-lembaga umat Islam.

Meski belum merinci total kebutuhan anggaran, Prasetyo menyebut pendanaan pembangunan dapat bersumber dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun skema anggaran lain yang memungkinkan. “Itu soal mekanisme penyaluran anggaran. Bisa lewat Kemenag, bisa juga tidak,” ujarnya.

Komitmen pemerintah ini ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo dalam agenda Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2). Di hadapan para ulama dan tokoh umat, Presiden menyatakan tekadnya menghadirkan pusat kegiatan keislaman di titik paling strategis Ibu Kota.

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI kurang lebih 4.000 meter persegi untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam,” tegas Presiden, disambut tepuk tangan hadirin.

banner 484x341

Gedung tersebut direncanakan menjulang hingga sekitar 40 lantai, dan akan menjadi pusat aktivitas berbagai institusi keislaman, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan ruang perkantoran representatif.

Baca Juga :  Kemkominfo Ungkap Operasi Disinformasi Terorganisir di Media Sosial

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang sebelumnya menyampaikan bahwa kantor MUI saat ini belum mencerminkan peran strategisnya.

“Saya pun mohon maaf, selama ini saya tidak tahu persis di mana kantor MUI berada. Tapi ke depan, institusi-institusi Islam akan berada di jantung Ibu Kota Jakarta,” ujar Presiden, kembali disambut tepuk tangan meriah.

Dengan berdirinya gedung megah di Bundaran HI, pemerintah menegaskan pesan kuat: kehadiran umat Islam dan institusinya ditempatkan sejajar dengan pusat-pusat strategis bangsa, bukan di pinggiran, melainkan di pusat denyut Republik. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *