SUARASMR.NEWS – Dunia kerja sedang berubah cepat, dan Generasi Z tak boleh tertinggal! Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, melontarkan peringatan keras, bahwa pendidikan tidak boleh lagi terpaku pada mimpi menjadi pegawai kantoran semata.
Menurutnya, masa depan ada di tangan mereka yang berani menembus batas di sektor nonformal dan industri kreatif yang kini berkembang pesat dan menjanjikan cuan fantastis.
“Dunia kerja tidak hanya formal. Industri kreatif seperti gaming, perfilman, animasi, hingga digital marketing punya potensi besar dan bisa dimasuki anak muda hari ini,” tegas Novita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/21/2026).
Industri Kreatif: Ladang Emas Anak Muda, Pernyataan itu disampaikan Novita usai kunjungannya ke SMAN 1 Munjungan. Dalam dialog penuh semangat bersama para siswa, ia membuka cakrawala baru tentang peluang masa depan.
Ia mencontohkan industri perfilman yang bukan hanya soal aktor dan aktris. Di balik layar, ada penulis skenario, editor, animator, hingga tenaga kreatif di bidang bahasa dan sastra yang sangat dibutuhkan.
Artinya apa, anak muda dengan bakat menulis, menggambar, mengedit video, hingga coding punya panggung besar untuk bersinar.
Novita pun mendorong sekolah untuk tidak ketinggalan zaman. Ekstrakurikuler seperti teater, koding, hingga pelatihan kreatif digital harus diperkuat agar siswa siap menghadapi era digital.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk mengasah keterampilan, bukan hanya belajar teori di bangku kelas,” ujarnya tegas.
Lawan Rasa Malas, Bangun Masa Depan: Tak hanya berbicara soal peluang, Novita juga menyentil mentalitas Gen Z. Ia mengajak para siswa untuk berani mencoba sejak dini dan melawan rasa malas.
“Semakin cepat kita mencoba dan bekerja, semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang kita miliki. Itu yang membentuk masa depan,” pesannya.
Menurutnya, generasi muda bukan sekadar penerus bangsa mereka adalah penggerak perubahan. Dengan ruang, dorongan, dan keberanian, Gen Z bisa menjadi motor ekonomi kreatif Indonesia.
Siswa Terinspirasi, Pola Pikir Berubah: Kegiatan ini pun menuai respons positif. Rea Destasari, siswa kelas X SMAN 1 Munjungan, mengaku mendapatkan perspektif baru tentang potensi ekonomi dari platform digital.
“Kegiatan ini mengubah cara pandang kami tentang bagaimana Gen Z bisa berdaya dan melawan rasa malas,” katanya.
Rea bahkan mengajak teman-temannya untuk memanfaatkan media sosial secara produktif dan kreatif bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai ladang karya dan peluang.
Pesan Novita jelas, Gen Z jangan hanya bermimpi menjadi pekerja, tapi ciptakan peluang. Di era digital, siapa pun yang punya kreativitas, konsistensi, dan keberanian, bisa menjadi pemenang. (red/ria)












