SUARASMR.NEWS – Aroma ketegasan Pemerintah Provinsi Bali makin terasa. Gubernur Bali Wayan Koster secara blak-blakan membuka opsi pelelangan proyek pembongkaran lift kaca raksasa di tebing ikonik Pantai Kelingking, Nusa Penida, apabila investor mangkir dari perintah resmi.
Pernyataan itu meluncur saat Koster menanggapi pertanyaan soal kebutuhan anggaran apabila PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group tetap tak menggubris keputusan pembongkaran.
“Belum tentu perlu anggaran, bisa dilelang. Kalau lelang, jadi tidak pakai duit,” tegas Gubernur Bali.
Pemerintah Bali dan Pemkab Klungkung sebelumnya telah memutuskan penghentian total proyek tersebut setelah investor terbukti melakukan lima pelanggaran berat.
Padahal, nilai investasi proyek yang dianggap “bodong” itu mencapai Rp200 miliar, dengan Rp60 miliar dikucurkan hanya untuk lift kaca setinggi 180 meter.
Tiga bangunan utama yang diperintahkan dibongkar total antara lain: Loket tiket seluas 563,91 m² yang berdiri di bibir jurang. Jembatan layang sepanjang 42 meter. Bangunan lift kaca plus restoran seluas 846 m² dengan tinggi 180 meter
Investor diberikan waktu 6 bulan untuk pembongkaran mandiri dan 3 bulan untuk pemulihan fungsi ruang. Jika investor bandel, 0emerintah turun tangan
Koster menyatakan tak ragu mengambil alih pembongkaran jika investor tak mematuhi tenggat. “Pemprov Bali bersama Pemkab Klungkung akan melakukan pembongkaran sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Koster.
Ia menegaskan opsi pelelangan diambil agar pemerintah tidak terbebani biaya untuk meruntuhkan bangunan bermasalah tersebut. Menurut Koster.
Kalau semua mau raktis, lama-lama Gunung Agung un dibikin Lift. Gubernur Bali juga menolak keras wacana investor baru yang mungkin ingin membangun fasilitas serupa.
“Kalau semuanya dibuat serba mudah, nanti mendaki Gunung Agung pun dibuatkan lift. Di mana letak orisinilnya Bali? Hilang,” tegasnya.
Koster menilai proyek seperti ini berpotensi merusak karakter alami Bali, terutama kawasan konservasi seperti Nusa Penida. Selain mengkritik investor, Koster juga memastikan penelusuran terhadap pihak-pihak yang dulu memberi izin awal.
“Yang begini-begini tidak boleh dibiarkan. Kita lebih baik menjaga masa depan Nusa Penida dalam jangka panjang,” katanya.
Dengan ultimatum tegas dan opsi pembongkaran melalui lelang, Pemerintah Bali tampak tak main-main. Nasib lift kaca Kelingking kini tinggal menunggu dibongkar oleh investor, atau dibongkar pemerintah tanpa biaya, lewat lelang besar-besaran. (red/niluh)












