Gubernur Khofifah “Ngetes” TransJatim Bersama Keluarga: Bus Murah, Cepat, dan Jadi Tulang Punggung Konektivitas Jawa Timur

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak sekadar bicara konsep. Ia turun langsung menjajal Bus TransJatim bersama keluarga di Kabupaten Gresik.

Juga sekaligus mengirim pesan kuat kepada publik: inilah wajah baru transportasi masa depan Jawa Timur murah, nyaman, ramah lingkungan, dan menghubungkan antarwilayah.

banner 719x1003

Dalam perjalanannya menggunakan Bus TransJatim Koridor 3 rute Gresik–Mojokerto, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan transportasi publik ini sebagai pilihan utama, termasuk untuk berwisata.

“Masyarakat yang ingin berwisata ke GUS bisa menggunakan Bus TransJatim. Perjalanan sekitar 40 menit menjadi pengalaman tersendiri, sekaligus dukungan nyata terhadap pengembangan transportasi publik yang terjangkau dan ramah lingkungan,” ujar Khofifah, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, Bus TransJatim bukan sekadar angkutan massal, melainkan instrumen strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat konektivitas wilayah.

Sejak awal diluncurkan, layanan ini dirancang untuk melayani mobilitas harian masyarakat—mulai dari pekerja, pelajar, hingga santri—sekaligus membuka akses ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

“Bus TransJatim hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bekerja, belajar, dan beraktivitas lintas daerah. Bahkan kini juga menjadi penghubung ke sejumlah destinasi wisata,” tegasnya.

banner 484x341

Khofifah menilai kehadiran transportasi publik antarkabupaten dan kota seperti TransJatim menjadi solusi konkret atas persoalan klasik perkotaan: kemacetan dan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Di saat yang sama, TransJatim juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi kendaraan.

Hingga kini, delapan koridor Bus TransJatim telah beroperasi dan menghubungkan wilayah-wilayah strategis di Jawa Timur. Ke depan, jumlah koridor ini berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Bahkan, konsep TransJatim mulai dilirik dan direplikasi oleh sejumlah daerah di luar Jawa Timur. Soal tarif, Khofifah menegaskan TransJatim tetap berpihak pada rakyat. Penumpang umum cukup membayar Rp5.000, sementara pelajar dan santri hanya Rp2.500.

Baca Juga :  BMKG Warning! Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem 30 November–9 Desember, Empat Kabupaten Masuk Zona Awas

Dengan biaya semurah itu, masyarakat sudah mendapatkan layanan transportasi modern yang dilengkapi fasilitas berbasis digital demi keamanan dan kenyamanan perjalanan.

“Murah, nyaman, dan aman. Ini transportasi publik yang kita bangun bersama untuk masa depan Jawa Timur,” katanya.

Khofifah pun mengajak masyarakat semakin aktif memanfaatkan Bus TransJatim, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun bepergian bersama keluarga.

Ia optimistis, keberadaan TransJatim akan memberi dampak nyata bagi kelancaran mobilitas, pertumbuhan ekonomi daerah, dan pemerataan pembangunan antardaerah.

“Insya Allah Bus TransJatim akan terus mengoneksikan Jawa Timur dari ujung ke ujung, dengan inovasi di setiap peluncuran koridor baru,” pungkasnya. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *