SUARASMR.NEWS – Alarm kenaikan harga pangan kembali berbunyi keras! Data terbaru dari Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah komoditas dapur yang makin “menggigit” kantong masyarakat.
Per Rabu 8 April 2026 pagi (06.16 WIB) , harga cabai rawit merah melonjak tajam hingga Rp86.150 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas paling “panas” di pasaran.
Tak hanya itu, daging ayam ras juga ikut merangkak naik ke level Rp42.050 per kg, mempertegas tekanan pada kebutuhan pokok harian.
Tak berhenti di situ, harga bawang merah tercatat di angka Rp47.350 per kg, sementara bawang putih menyusul di Rp40.450 per kg—menambah deretan bahan dapur yang kini kian mahal.
Beras Ikut Bergerak, dari Bawah hingga Premium: Untuk komoditas beras, pergerakan harga terjadi di semua lini. Beras kualitas bawah I dan II berada di kisaran Rp14.500–Rp14.550 per kg.
Sementara beras medium menyentuh Rp15.900–Rp16.050 per kg. Di kelas premium, harga semakin “elite” dengan kisaran Rp16.850–Rp17.300 per kg.
Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik: Tak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga menunjukkan tren panas. Cabai merah besar mencapai Rp45.900 per kg, cabai keriting Rp45.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.500 per kg.
Sementara itu, daging sapi kualitas I menembus Rp147.700 per kg, dengan kualitas II di angka Rp140.050 per kg—angka yang masih tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat.
Gula, Minyak, dan Telur Tak Mau Ketinggalan: Harga gula pasir premium kini berada di Rp20.150 per kg, sedangkan gula lokal Rp19.050 per kg. Untuk minyak goreng, harga curah menyentuh Rp19.950 per liter, sementara kemasan bermerek berada di kisaran Rp22.150–Rp23.100 per liter.
Di sisi lain, telur ayam ras juga tercatat di angka Rp32.800 per kg, menambah panjang daftar kebutuhan pokok dengan harga yang terus merangkak.
Tekanan Dapur Makin Nyata: Kenaikan harga ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan terhadap kebutuhan pangan masih belum mereda. Masyarakat dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga daya beli.
Sementara pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga. Situasi ini menegaskan satu hal: dapur rakyat sedang tidak baik-baik saja. (red/ria)











