SUARASMR.NEWS – Memperingati Hari Pajak yang jatuh setiap 14 Juli, Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momen ini sebagai titik tolak dalam memperkuat kemitraan strategis menuju sistem perpajakan yang adil, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.
Menurut Vaudy, peran konsultan pajak tak hanya sebagai penghubung antara Wajib Pajak dan otoritas, melainkan juga sebagai edukator, penjaga integritas, dan promotor transparansi dalam ekosistem perpajakan nasional.
“Hari Pajak bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperteguh komitmen kolektif seluruh elemen bangsa terhadap keadilan fiskal dan kedaulatan ekonomi. Pajak bukan sekadar pungutan sebagaimana diatur dalam UUD 1945, tetapi merupakan fondasi kemandirian bangsa,” ujar Vaudy, Senin (14/7/2025).
Sebagai organisasi profesi yang telah berdiri sejak 27 Agustus 1965, IKPI berkomitmen untuk terus mengedepankan edukasi, profesionalisme, dan kepatuhan berbasis kesadaran bukan paksaan. IKPI meyakini bahwa kepatuhan pajak yang berkelanjutan hanya dapat dibangun melalui pemahaman, kepercayaan, dan dialog terbuka antara Wajib Pajak dan otoritas perpajakan.
“IKPI akan terus hadir sebagai mitra strategis dalam mewujudkan reformasi perpajakan yang berkeadilan, sederhana, dan inklusif. Kami juga mendorong terwujudnya sistem perpajakan yang lebih transparan, responsif terhadap zaman, dan ramah terhadap pelaku usaha,” tegas Vaudy.
Dalam peringatan Hari Pajak tahun ini, IKPI turut mendorong sejumlah agenda penting, di antaranya: peningkatan literasi perpajakan, penyederhanaan regulasi, dan penguatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi melalui Coretax yang lebih humanis dan tidak membebani pelaku ekonomi.
Vaudy juga mengajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk terus mengedepankan pendekatan yang edukatif, kolaboratif, dan profesional dalam setiap layanan perpajakannya.
“Bagi Wajib Pajak, mari jadikan pajak sebagai bagian dari kesadaran berbangsa dan kontribusi nyata kepada negara, bukan sekadar kewajiban administratif,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara DJP, Wajib Pajak, dan konsultan pajak merupakan kunci utama dalam membangun sistem perpajakan yang berdaya saing global namun tetap berpihak pada kepentingan nasional.
“IKPI akan terus berkontribusi aktif melalui edukasi, reformasi kebijakan, penguatan kepatuhan sukarela, dan penciptaan ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat dan otoritas,” tambahnya.
Menutup pesannya, Vaudy menyampaikan harapan besar untuk masa depan perpajakan Indonesia:“Selamat Hari Pajak. ‘Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh’. Mari terus bergotong royong membangun Indonesia yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera melalui pajak,” pungkasnya. (red/akha)