SUARASMR.NEWS – Mantan Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pernyataan bernuansa provokatif terhadap pemerintah tidak tepat disampaikan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari ketidakstabilan ekonomi hingga meningkatnya tensi keamanan internasional. Dalam kondisi tersebut, Indonesia justru membutuhkan soliditas dan persatuan nasional.
“Ketika situasi ekonomi dunia kacau, keamanan global tidak baik-baik saja, bahkan konflik di berbagai negara terus terjadi, seharusnya kita di dalam negeri menjaga ketenangan. Bukan malah memanas-manasi suasana,” ujar Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Pernyataan ini disampaikan Hasan sebagai respons atas ucapan seorang pimpinan lembaga survei yang dinilai bernada provokatif terhadap pemerintah.
Ia mengaku prihatin, karena sosok yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi justru dinilai menyampaikan narasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Hasan bahkan menuding, sikap tersebut didorong oleh ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu 2024, di mana pihak yang didukung tidak keluar sebagai pemenang.
“Mereka mengaku pejuang demokrasi, tapi tidak memahami esensi demokrasi itu sendiri. Dalam sistem demokrasi, perebutan kekuasaan sudah difasilitasi melalui pemilu,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan sikap tersebut datang dari seorang pakar ilmu politik yang semestinya menjadi teladan dalam menjaga kualitas demokrasi. Terlebih, menurutnya, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah saat ini tergolong tinggi.
Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa kritik tetap merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah tanpa mekanisme konstitusional merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip demokrasi itu sendiri.
“Kalau pemerintah tidak melanggar undang-undang dan tidak menabrak konstitusi, tetapi ada ajakan untuk menjatuhkan hanya karena ketidakpuasan pribadi, itu jelas tidak bisa diterima,” ujarnya.
Hasan pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, serta mengutamakan kepentingan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (red/ria)











