Hujan Deras Picu Letusan Sekunder Semeru, BPBD Lumajang Keluarkan Peringatan Keras

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Ancaman Gunung Semeru kembali mengintai. Hujan deras yang mengguyur lereng Semeru, Minggu sore 11 Januari 2026 memicu letusan sekunder di sepanjang aliran sungai kawasan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pun mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

banner 719x1003

“Letusan sekunder terjadi di sepanjang Kali Wedok DAS Besuk Kobokan. Untuk wilayah hilir saat ini tidak berdampak langsung pada aktivitas warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Letusan sekunder tersebut ditandai dengan semburan asap putih tebal akibat pertemuan air hujan dengan material vulkanik panas sisa erupsi yang menumpuk di aliran Sungai Besuk Kobokan. Fenomena ini menyebabkan jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko keselamatan di sekitar sungai.

Menurut Isnugroho, aktivitas letusan sekunder terpantau di selatan pos pantau, mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak. Kondisi itu menjadi peringatan serius bagi warga, terutama saat banjir lahar hujan terjadi.

“Letusan sekunder ini muncul di luar pusat aktivitas gunung api, tepatnya di aliran Sungai Kobokan yang masih menyimpan material awan panas bersuhu tinggi,” jelasnya.

Catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru menunjukkan, aktivitas lahar terekam jelas di seismograf. Petugas mencatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 milimeter dan durasi panjang mencapai 6.120 detik, menandakan aliran material yang cukup signifikan.

banner 484x341

BPBD Lumajang pun mengingatkan warga di sekitar bantaran sungai untuk tidak lengah. Aktivitas di kawasan rawan harus dihentikan sementara.

“Masyarakat di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Penambang pasir wajib menghentikan seluruh aktivitas,” tegas Isnugroho.

Banjir lahar hujan dilaporkan mengalir dari hulu menuju Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Baca Juga :  Di Buleleng Anak Usia Sekolah Terancam Diabetes dan Gangguan Jantung

Isnugroho menegaskan, status Gunung Semeru masih Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak itu, masyarakat tetap tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar bisa mencapai 17 kilometer dari puncak,” katanya.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Semeru, mengingat ancaman lontaran batu pijar yang dapat membahayakan jiwa.

Ancaman lain yang wajib diwaspadai meliputi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak Sungai Besuk Kobokan.

Sementara itu, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini cuaca. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau mengguyur kawasan lereng Semeru sejak pukul 17.10 WIB.

“Hujan terjadi di wilayah Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dan Ampelgading, Kabupaten Malang, hingga pukul 19.10 WIB,” kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, dalam laporan tertulis.

BMKG memperingatkan potensi banjir lahar hujan, banjir bandang, banjir, dan longsor di wilayah Pronojiwo, Pasrujambe, dan Candipuro (Lumajang), serta Ampelgading (Malang).

Masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dan segera menjauhi kawasan sungai saat hujan deras turun di sekitar Gunung Semeru. (red/agus)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *