Hujan Deras Picu Longsor di Jalur Wisata Ceking–Kintamani, BPBD Gianyar Bergerak Cepat Hingga Dini Hari

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS — Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya. Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tegallalang sejak sore hari memicu longsor besar di objek wisata Ceking, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 17.15 WITA

Material tanah bercampur kayu roboh dan menutup total badan jalan utama Ceking–Kintamani, membuat arus lalu lintas lumpuh seketika.

banner 719x1003

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Tegallalang, setelah longsoran menimpa kendaraan dan fasilitas usaha di sekitar lokasi. Meski tak menelan korban jiwa, dampak materialnya cukup signifikan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengungkapkan bahwa longsor disebabkan intensitas hujan tinggi yang membuat kontur tanah menjadi labil.

“Material longsor menutup jalan dan menyebabkan kerusakan pada empat unit sepeda motor, satu unit mobil, serta sejumlah fasilitas restoran di kawasan wisata. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta, namun kami pastikan tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Gianyar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat multisektoral. Tim gabungan ini terdiri dari TRC BPBD Gianyar, TRC Desa Tegallalang, Polsek Tegallalang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang, serta mendapat dukungan penuh dari TRC Dinas PUPR Provinsi Bali.

Proses penanganan dilakukan tanpa jeda. Sejumlah alat berat dan perlengkapan dikerahkan, mulai dari backhoe loader, truk serbaguna, chainsaw, mesin semprot, genset, lampu merkuri, hingga peralatan pendukung lainnya.

banner 484x341

Pembersihan material longsor dimulai pukul 18.00 Wita dan baru berhasil dituntaskan sekitar pukul 02.00 Wita, dengan waktu penanganan mencapai delapan jam penuh.

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Dibya Presasta mengakui tim menghadapi tantangan berat di lapangan.

“Kondisi tanah sangat labil dan beberapa kali terjadi longsor susulan. Selain itu, aliran air irigasi subak yang tersumbat serta volume material longsor yang cukup besar membuat proses pengangkutan harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Baca Juga :  Surabaya Mendidih! Suhu Tembus 36 Derajat, BMKG Ungkap Penyebab Panas Ekstrem 

Pasca-kejadian, BPBD Gianyar mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti, di antaranya pengangkutan lanjutan material longsor oleh Dinas PUPR Provinsi Bali.

Pemotongan pohon besar yang berpotensi tumbang, serta mediasi dengan pemilik lahan untuk melakukan penyenderan tebing guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Gianyar mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat mengguyur wilayah perbukitan.

“Kami mengimbau agar masyarakat menghindari kawasan rawan longsor dan segera menghubungi layanan darurat 112 Gianyar apabila menemukan kondisi yang membahayakan,” pungkas Dibya Presasta.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik keindahan alam Tegallalang, ancaman bencana selalu mengintai, terutama di tengah cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *