Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW: Perjalanan Agung, Pesan Langit untuk Bumi

oleh
banner 468x60

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW: Perjalanan Agung, Pesan Langit untuk Bumi

Oleh: Arie Khauripan

banner 719x1003

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW melintasi langit, melainkan peristiwa spiritual agung yang sarat makna, pesan keimanan, dan pelajaran mendalam bagi umat manusia hingga akhir zaman.

Makna Isra dan Mi’raj, secara bahasa, Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Mi’raj bermakna naik atau tangga menuju tempat yang tinggi. Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dalam satu malam, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.

Kemudian dilanjutkan dengan Mi’raj, yakni naik menembus lapisan-lapisan langit hingga Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk mana pun kecuali atas izin Allah SWT. Peristiwa ini terjadi atas kehendak Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1, yang artinya.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.”

Perjalanan yang Melampaui Nalar: Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW. Beliau baru saja kehilangan dua sosok penopang dakwah: Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib.

banner 484x341

Dalam duka, tekanan, dan penolakan yang datang bertubi-tubi, Allah SWT justru memuliakan Rasul-Nya dengan perjalanan agung ini. Seakan menjadi isyarat bahwa setelah kesempitan, selalu ada keluasan, dan setelah luka, ada penguatan dari langit.

Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW bertemu para nabi terdahulu, menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah, diantaranya surga dan neraka.

Baca Juga :  Menjelajahi Titik Jenuh, Sebuah Perjalanan Menuju Penyegaran

Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam menyembah pada sang penciptanya.

Sholat Hadiah Langit untuk Umat Islam. Salah satu inti terpenting dari Isra Mi’raj adalah perintah sholat. Tidak seperti syariat lainnya yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

Mamun perintah sholat diterima Rasulullah SAW secara langsung dari Allah SWT. Ini menegaskan kedudukan sholat sebagai tiang agama, penghubung langsung antara hamba dan Sang Pencipta.

Sholat bukan sekadar ritual gerakan, melainkan mi’raj-nya orang beriman—jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan jiwa, dan membersihkan hati.

Pesan Spiritual di Balik Isra Mi’raj adalah mengajarkan bahwa iman tidak selalu harus tunduk pada logika semata. Ada wilayah keyakinan yang melampaui nalar manusia, namun justru di sanalah keimanan diuji dan dimurnikan.

Peristiwa ini juga menegaskan bahwa kemuliaan sejati bukan diukur dari dunia, melainkan dari kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Isra Mi’raj mengingatkan umat Islam untuk tidak kehilangan arah spiritual.

Bahwa di balik kesibukan dunia, ada panggilan langit yang harus dijawab dengan ketundukan, keikhlasan, dan sholat yang khusyuk.

Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa bersejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas iman dan ibadah.

Ia adalah pesan abadi bahwa Allah selalu dekat dengan hamba-Nya, dan bahwa jalan menuju-Nya terbuka bagi siapa saja yang mau bersujud, merendah, dan berharap.

Semoga peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi penguat langkah kita untuk terus menapaki jalan iman, menegakkan sholat, dan menjaga hubungan dengan Allah SWT dalam setiap denyut kehidupan. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *