SUARASMR.NEWS – Isu dugaan gratifikasi berupa satu unit mobil mewah yang menyeret pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berinisial RLM mendadak memanaskan ruang publik. Laporan masyarakat yang telah masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kini menjadi sorotan tajam.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak tinggal diam. Ia mengaku sudah mengetahui kabar tersebut dan siap berkoordinasi langsung dengan KPK untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
“Iya sudah tahu. Nanti saya telepon, diskusi dengan KPK deh,” ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Uji Kebenaran: Isu atau Fakta? Purbaya menegaskan akan melihat persoalan ini secara adil dan objektif. Ia tak ingin ada pihak yang dirugikan oleh isu yang belum tentu benar. “Kita akan lihat pejabat secara fair. Betul nggak seperti itu,” tegasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas institusi, terutama di tengah sorotan publik terhadap tata kelola dan transparansi pejabat negara.
Menariknya, Purbaya menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengembuskan isu tersebut. Pasalnya, pejabat berinisial RLM disebut-sebut tengah dipertimbangkan untuk ditarik masuk ke jajaran manajemen strategis di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
“Sepertinya ada yang nggak setuju sehingga ada yang menghembus-hembuskan itu. Kita akan lihat case-nya seperti apa,” ujarnya.
Pernyataan ini memunculkan spekulasi: apakah laporan dugaan gratifikasi ini murni penegakan hukum, atau ada dinamika internal yang lebih kompleks?
Kasus ini menambah daftar panjang perhatian publik terhadap dugaan gratifikasi di kalangan pejabat negara. Di tengah komitmen pemberantasan korupsi, masyarakat kini menunggu langkah konkret dan transparan dari KPK maupun Kemenkeu.
Apakah dugaan mobil mewah ini akan berujung pada penyelidikan resmi? Ataukah hanya menjadi isu yang menguap setelah klarifikasi?
Satu hal pasti sorotan publik kini tertuju pada Kemenkeu dan KPK. Transparansi dan akuntabilitas menjadi taruhan besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. (red/hil)












