Jelang Lebaran 2026, DPR Ingatkan Ancaman “Efek Domino” Kenaikan BBM

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Menjelang arus mudik dan lonjakan aktivitas ekonomi saat Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, mendesak pemerintah untuk segera menyiapkan langkah konkret agar kenaikan harga BBM tidak memicu tekanan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

banner 719x1003

Dalam keterangannya, Shanty menilai situasi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena kenaikan BBM hampir selalu memicu efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, setiap penyesuaian harga BBM akan langsung berdampak pada biaya operasional transportasi dan distribusi barang, yang pada akhirnya berpotensi menaikkan harga barang dan jasa di tingkat masyarakat.

“Kenaikan harga beberapa jenis BBM perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap biaya transportasi dan logistik yang kemudian akan berimplikasi pada naiknya harga barang dan jasa,” ujar Shanty dikutip suarasmr.news, Minggu (8/3/2026).

Momentum Sensitif: Ramadan dan Arus Mudik: Shanty menekankan bahwa kenaikan harga energi kali ini terjadi pada periode yang sangat sensitif, yakni di tengah bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pada periode tersebut, mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam seiring tradisi mudik serta melonjaknya aktivitas ekonomi dan konsumsi rumah tangga.

banner 484x341

Lonjakan mobilitas itu, menurutnya, bisa membuat dampak kenaikan BBM terasa lebih cepat dan lebih luas di tengah masyarakat.

“Pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi agar penyesuaian harga BBM tidak memberikan tekanan berlebih terhadap daya beli masyarakat,” tegasnya.

DPR Minta Stabilitas Energi Dijaga: Sebagai anggota Komisi XII DPR yang membidangi sektor energi, Shanty juga menekankan pentingnya pemerintah menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada masyarakat.

Baca Juga :  Atlet Porprov Sidoarjo Harap-Harap Cemas Menanti Janji Bonus Menggantung, Mana Janjimu Pak Bupati?

Ia mengingatkan bahwa langkah antisipatif sangat diperlukan agar momentum Ramadan dan Lebaran tetap berjalan lancar tanpa diiringi tekanan ekonomi yang berat, terutama bagi kelompok masyarakat menengah dan rentan.

Kebijakan Responsif Diharapkan: Ke depan, Shanty berharap pemerintah terus memantau dinamika harga energi secara ketat serta menyiapkan kebijakan yang cepat dan responsif untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya selama periode hari besar keagamaan.

Menurutnya, keseimbangan antara kebijakan energi dan perlindungan daya beli masyarakat menjadi kunci agar gejolak harga tidak berubah menjadi beban baru bagi rakyat.

Dengan Lebaran yang semakin dekat, perhatian publik kini tertuju pada langkah pemerintah: apakah lonjakan harga energi dapat dikendalikan, atau justru memicu gelombang kenaikan harga kebutuhan masyarakat? (red/hil)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *