SUARASMR.NEWS – Nama Jusuf Kalla tiba-tiba diseret dalam pusaran isu panas soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung, ia dituding menggelontorkan dana fantastis hingga Rp5 miliar untuk mendukung upaya pihak tertentu menggugat keabsahan dokumen tersebut.
Namun JK tak tinggal diam.Dalam pernyataan tegas di kediamannya di Jakarta, Minggu, ia membantah keras kabar tersebut. “Itu pasti dan saya yakin tidak benar,” ujar JK dengan nada lugas, menepis rumor yang beredar liar di ruang digital.
Isu ini juga menyeret nama Roy Suryo dan Rismon Sianipar. JK menegaskan dirinya tidak pernah memiliki keterkaitan apa pun dengan mereka dalam polemik tersebut.
Tak berhenti pada bantahan, JK mengambil langkah serius. Ia memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026). Langkah ini diambil demi membersihkan namanya dari tudingan yang dinilai sebagai fitnah.
Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, menyebut laporan yang disiapkan mengarah pada dugaan pencemaran nama baik. Ia menegaskan, kliennya sebenarnya enggan mengurusi isu “remeh-temeh”, namun karena telah menyita perhatian publik, langkah hukum dianggap perlu.
Di sisi lain, JK juga meluruskan soal pertemuan di kediamannya saat Ramadhan lalu. Ia menegaskan, pertemuan tersebut murni forum diskusi bersama akademisi dan profesional untuk memberikan masukan terkait kondisi bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto bukan membahas isu ijazah Jokowi seperti yang dispekulasikan.
“Pembicaraan itu terbuka, hanya soal saran kebijakan untuk Presiden,” tegas Jusuf Kalla.
Kasus ini kini berpotensi memanas, seiring langkah hukum yang ditempuh JK untuk memburu pihak penyebar tudingan.
Publik pun menanti, apakah polemik ini akan berujung pada babak baru di ranah hukum atau sekadar mereda setelah klarifikasi tegas dari salah satu tokoh senior bangsa tersebut. (red/hil)











