SUARASMR.NEWS – Tabir kelam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, perlahan mulai tersibak.
Fakta mengejutkan pun mencuat jumlah pelaku diduga bukan hanya empat orang, melainkan bisa jauh lebih banyak!
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) secara tegas menyatakan keyakinannya bahwa ada aktor lain di balik serangan brutal tersebut.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P. Siagian, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memburu jejak keterlibatan pelaku tambahan yang hingga kini masih tersembunyi.
“Kami berkeyakinan, di luar empat tersangka yang sudah ada, masih ada pihak lain yang terlibat,” tegas Saurlin di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Tak main-main, indikasi yang berkembang bahkan mengarah pada jumlah pelaku yang bisa mencapai belasan orang. Temuan ini tentu menjadi alarm keras bagi penegakan hukum, sekaligus memicu tanda tanya besar, siapa dalang di balik aksi keji ini?
Komnas HAM kini bergerak agresif, menggali informasi dari berbagai sumber, termasuk meminta keterangan dari pihak Tentara Nasional Indonesia. Langkah ini menandakan bahwa penyelidikan mulai menyentuh lingkaran yang lebih luas dan kompleks.
Tak hanya itu, Komnas HAM juga mendesak agar proses penyidikan di Pusat Polisi Militer TNI berjalan secara transparan dan akuntabel. Bahkan, mereka menuntut akses langsung untuk menemui para tersangka sebuah langkah krusial untuk mengurai benang kusut kasus ini.
Di tengah tekanan publik yang kian menguat, Komnas HAM menegaskan satu hal, tidak boleh ada satu pun pelaku yang lolos dari jerat hukum. “Siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Saurlin.
Kasus ini kini bukan sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan ujian besar bagi komitmen negara dalam melindungi aktivis dan menegakkan keadilan.
Publik pun menanti: akankah semua pelaku terungkap, atau justru ada kekuatan besar yang masih bersembunyi di balik bayang-bayang? (red/hil)











