Kemendag Tegaskan Ritel Modern Tak Ancam Kopdes Merah Putih, Justru Didorong Bermitra

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS — Pemerintah memastikan kehadiran jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak akan menggerus keberlangsungan usaha Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Justru sebaliknya, sinergi dan kemitraan dinilai menjadi kunci penguatan ekonomi desa.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan bahwa sebaran ritel modern hingga kini masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Faktor demografi dan daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama ekspansi bisnis mereka.

banner 719x1003

“Ritel modern tentu menghitung demografi dan pendapatan masyarakat. Karena itu, sampai saat ini kita masih jarang menemukan ritel modern berjaringan yang masuk ke desa-desa,” ujarnya usai meninjau produk UMKM di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut Iqbal, ruang usaha Kopdes Merah Putih tetap terbuka lebar di pedesaan. Ia bahkan mendorong terciptanya pola kemitraan antara koperasi desa dan ritel modern, sehingga tercipta ekosistem perdagangan yang saling menguatkan, bukan saling mematikan.

Di sisi lain, pemerintah tetap mencermati dinamika ke depan, termasuk usulan dari Yandri Susanto dan Ferry Juliantono terkait pembatasan ekspansi ritel modern guna memberi ruang tumbuh bagi Kopdes Merah Putih.

Landasan hukumnya pun telah jelas, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021, yang mengatur tata kelola perdagangan dan kemitraan usaha.

Isu zonasi toko menjadi salah satu perhatian. Namun, pemerintah menyerahkan pengaturan teknis tersebut kepada pemerintah daerah.

banner 484x341

“Zonasi di tiap daerah tentu berbeda. Pemerintah daerah memiliki kewenangan menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” jelas Iqbal.

Ke depan, Kopdes Merah Putih akan difokuskan sebagai wadah penampung dan pemasar produk desa, termasuk hasil UMKM lintas wilayah. Sementara ritel modern umumnya masih didominasi produk pabrikan dalam skala besar.

Baca Juga :  Surabaya Menuju Zero Stunting, Penurunan Drastis dan Upaya Pencegahan

Dengan pendekatan kolaboratif, pemerintah optimistis Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, tanpa harus berhadapan secara frontal dengan ritel modern. Alih-alih persaingan keras, kemitraan dinilai menjadi jalan tengah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dari desa. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *