Mahalini Raharja Meledak di Istora! “KOMA Live in Concert” Jadi Panggung Kebangkitan Penuh Air Mata dan Keajaiban

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Istora Senayan berguncang  menjadi saksi bagaimana Mahalini Raharja bangkit dengan megah lewat konser tunggal bertajuk “KOMA Live in Concert”, sebuah pertunjukan spektakuler yang memadukan elemen alam, visual sinematik, dan ledakan emosi yang membuat ribuan penonton larut dalam haru.

Panggung disulap menjadi dunia imersif penuh cerita. Visual elemen alam bunga, cahaya keemasan, hingga nuansa kelopak yang bermekaran menghidupkan setiap lagu yang dibawakan. Musik, tata cahaya, dan narasi visual menyatu, menciptakan pengalaman yang tak sekadar konser, tetapi perjalanan batin seorang Mahalini.

banner 719x1003

Dengan balutan gaun cokelat beraksen emas yang anggun, Mahalini membuka malam penuh cinta itu lewat lagu “Mati-Matian”. Suaranya yang emosional langsung menghentak, disambut gemuruh penonton yang telah lama menanti kembalinya sang diva muda ke panggung.

Tak berhenti di situ, Mahalini membius Istora lewat deretan lagu seperti “Mencintaimu”, “Sampai Menutup Mata”, hingga membawakan ulang “Lupakan Cinta” milik Rossa dengan sentuhan khasnya. Panggung yang dipenuhi dekorasi bunga serta penari yang membawa properti kelopak raksasa menambah dramatisasi yang memikat mata.

“Terima kasih buat kalian yang ada di sini malam hari ini. Aku bersyukur banget kalian mau nungguin aku sampai 14 Februari ini,” ucap Mahalini, disambut teriakan histeris ribuan penggemar.

Di sela transisi lagu, layar raksasa menampilkan potongan perjalanan hidupnya—dari perjuangan, cinta, hingga fase baru sebagai istri dan ibu. Emosi penonton pun naik-turun mengikuti kisah yang terhampar di panggung megah itu.

Momen kejutan hadir ketika Mahalini membawakan “Percuma”—lagu ciptaannya yang sebelumnya dipopulerkan Anggis Devaki dan Betrand Peto. Versi spesial malam itu menjadi eksklusif dan tak pernah ia bawakan di panggung mana pun sebelumnya.

banner 484x341

Tak cukup sampai di sana, Mahalini bahkan melayang di atas panggung dalam balutan gaun hitam di atas lutut, membawakan “Kemarilah Tenang” dan “Batasi Rasa”. Aksi teatrikal itu membuat suasana semakin dramatis dan magis.

Baca Juga :  Konser Kemerdekaan GBN 2025: “Simfoni Delapan Dekade” Rayakan 80 Tahun Indonesia Merdeka

Puncak keharuan terjadi saat ia mengajak keluarga tercinta menyanyikan “Bawa Dia Kembali”. Layar menampilkan visual mendiang ibundanya serta ibunda sang suami, Rizky Febian. Tangis pecah. Istora seketika berubah menjadi lautan air mata dan pelukan.

“Aku sangat beruntung sekali punya dua keluarga yang sangat support,” tuturnya lirih.

Konser ditutup dengan “Rindu Ku Rindu” dalam adegan teatrikal: Mahalini muncul dari dalam kelopak bunga raksasa, seolah terlahir kembali. Simbol kuat kebangkitan setelah hiatus panjang usai menikah dan melahirkan anak pertama.

Malam megah itu juga diperkaya kolaborasi spektakuler bersama Yura Yunita, Isyana Sarasvati, Rendy Pandugo, Kaka Slank, Petra Sihombing, dan Andi Rianto. Setiap kemunculan mereka menjadi ledakan kejutan yang disambut riuh tak terkendali.

“KOMA Live in Concert” bukan sekadar konser. Ini adalah deklarasi kebangkitan, perayaan cinta, dan bukti bahwa Mahalini kembali—lebih kuat, lebih matang, dan lebih menyala dari sebelumnya. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *