Mas dan Mbak Jateng 2025 Meriahkan Puncak Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 digelar meriah di Lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026). Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan rangkaian acara berskala nasional tersebut.

Acara semakin semarak dengan kehadiran Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025. Tiga perwakilan duta muda Jateng, yakni Jenar Kabisatya Maharani, Anjaly Parsmawati, dan Yunisa Wulandari, turut hadir dan bertugas memeriahkan puncak peringatan.

banner 719x1003

Kehadiran mereka menjadi magnet perhatian sekaligus simbol dukungan generasi muda terhadap kemajuan desa. Peringatan Hari Desa Nasional 2026 mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”

Tema tersebut menegaskan peran desa sebagai pilar utama pembangunan nasional. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pertunjukan seni budaya lokal, pameran produk unggulan desa, hingga agenda edukatif yang menampilkan inovasi desa dari berbagai daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan desa memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Peringatan tahun ini, Jawa Tengah dipercaya sebagai tuan rumah puncak Hari Desa Nasional skala nasional.

Ahmad Luthfi juga menyebutkan bahwa saat ini jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,2 juta unit, dengan sekitar 3 juta di antaranya berada di wilayah pedesaan.

“UMKM adalah napas perekonomian Jawa Tengah. Potensi desa harus terus dikembangkan, terutama UMKM menengah yang sudah memiliki kualifikasi ekspor. Kita akan lakukan pendampingan dan pembinaan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan,” kata Ahmad Luthfi.

banner 484x341

Ia juga mengungkapkan, sejumlah desa di Jawa Tengah telah berstatus Desa Ekspor, menunjukkan desa mampu bersaing di pasar global. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 7.810 desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota, menjadikannya provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia.

Baca Juga :  Ketaatan Warga Tenggarejo Tulungagung Membayar PBB Layak Mendapatkan Apresiasi

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan bahwa desa merupakan subjek pembangunan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Hari Desa Nasional adalah momentum menyatukan energi untuk membangun desa. Membangun desa berarti membangun Indonesia. Ini bagian dari upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Yandri.

Perwakilan Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 juga menyampaikan apresiasi atas peran desa yang semakin strategis.

“Desa memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya manusia, budaya, maupun ekonomi. Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama yang mampu melahirkan inovasi dan prestasi,” ujar mereka.

Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (red/chan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *