SUARASMR.NEWS – Rencana pembangunan Masjid Manahan dengan anggaran hampir Rp3 miliar terus menuai perhatian. Anggota Komisi IV DPRD, Sugeng Rianto menegaskan bahwa fasilitas masjid tersebut dirancang multifungsi dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk sebagai ruang singgah atlet sebelum bertanding.
“Ruang ganti bisa difungsikan sebagai tempat singgah atlet sebelum tanding. Sepanjang tidak dipakai untuk salat, tentu bisa dimanfaatkan,” ujar Sugeng.
Menurutnya, besaran anggaran yang diusulkan telah disesuaikan dengan desain serta kelengkapan fasilitas yang direncanakan. Masjid Manahan diharapkan mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, terutama saat berlangsungnya pertandingan atau kegiatan olahraga berskala besar di kawasan stadion.
“Semua kebutuhan itu penting untuk diakomodasi. Mulai dari daya tampung jamaah, utilitas, hingga fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Sugeng menekankan bahwa Komisi IV DPRD bersikap fleksibel. Apabila kebijakan pemerintah kota menghendaki evaluasi, maka opsi penyesuaian tetap terbuka, baik dari sisi luasan bangunan maupun komposisi fasilitas.
“Ujungnya kami serahkan kepada Mas Wali Kota. Apakah pembangunan tetap dilanjutkan, Alhamdulillah. Kalau tidak, bisa dievaluasi—misalnya luasannya dipersempit, atau utilitas lain ditambah, termasuk jumlah kamar mandi,” ungkapnya.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa Komisi IV DPRD telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), yang kemudian memunculkan usulan anggaran Rp3 miliar tersebut. Namun demikian, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Wali Kota Surakarta.
Dengan konsep multifungsi dan peran strategisnya di kawasan olahraga, Masjid Manahan diharapkan tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mendukung aktivitas atlet dan masyarakat secara luas. (red/adb)












