SUARASMR.NEWS – Bali kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata dunia! Di tengah momen sakral Hari Raya Nyepi dan libur panjang Idulfitri 2026, lonjakan wisatawan terjadi secara signifikan, namun tetap terkendali berkat pelayanan maksimal dari berbagai pihak.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh elemen yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, ASN, hingga pelaku industri pariwisata.
“Pelayanan yang diberikan kepada wisatawan selama libur Nyepi dan Lebaran sangat baik,” tegas Menpar Widiyanti Putri Wardhana.
Lonjakan wisatawan bukan sekadar ramai tapi benar-benar meledak. Total wisatawan: 807.360 orang. Naik 3,7% dibanding tahun lalu. Wisatawan nusantara: 358.356 orang (naik 13,4%)
Arus besar ini sebagian besar masuk melalui gerbang utama pariwisata nasional, yaitu Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tak hanya menerima laporan, Menpar langsung turun ke lapangan.
Dalam kunjungannya, ia meninjau terminal keberangkatan, mengecek self check-in, memantau layanan di gerai Garuda Indonesia, memastikan pelayanan inklusif bagi wisatawan
Hasilnya, Kepadatan berhasil diurai dengan baik. Alur penumpang tetap lancar meski membludak. Pergerakan penerbangan juga menunjukkan lonjakan signifikan:
H-4 & H-3 Lebaran: 205 penerbangan per hari. Pasca Lebaran (H+2): naik 23,3% jadi 212 penerbangan. Penumpang harian tembus 33 ribu lebih. Ini menandakan mobilitas wisata domestik semakin menggila di 2026.
Menpar juga menyempatkan diri meninjau Sarinahetalase produk lokal yang menampilkan, wastra khas Indonesia, kerajinan tangan, kuliner UMKM. Wisatawan tak hanya datang, tapi juga membelanjakan uangnya untuk produk lokal
Menpar berharap pelayanan prima ini tidak berhenti, terutama hingga akhir arus mudik dan balik Lebaran. Bali bukan hanya ramai tapi juga siap, sigap, dan profesional.
Libur Nyepi dan Lebaran 2026 menjadi bukti nyata bahwa Bali tetap jadi primadona. Pelayanan makin solid. Pariwisata Indonesia makin percaya diri di mata dunia. Pertanyaannya sekarang: apakah tren “ledakan wisata” ini akan terus berlanjut sepanjang 2026? (red/niluh)












