SUARASMR.NEWS – Gelombang tanya menyeruak di tengah masyarakat. Di saat rakyat berharap aparat fokus menjaga keamanan dan kedaulatan, publik justru menyaksikan pemandangan tak biasa.
Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sibuk mengurusi dapur umum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program sosial memang penting. Tapi pertanyaannya menggema keras, jika tujuannya murni sosial, mengapa harus berseragam?
Aparat Pegang Sendok, UMKM Gigit Jari?Indonesia bukan kekurangan tenaga sipil. Jutaan UMKM, koperasi desa, hingga ibu-ibu lokal siap bergerak jika diberi ruang.
Mereka bukan hanya mampu mengelola logistik pangan, tetapi juga menggantungkan hidup dari perputaran ekonomi tersebut.
Lalu kenapa sektor bersenjata ikut turun tangan? Kritik bermunculan. Bukan karena rakyat anti aparat justru sebaliknya. Rakyat ingin aparat profesional. Seragam negara seharusnya menjadi simbol pertahanan dan keamanan, bukan simbol pengelola katering raksasa.
Jika dapur diambil alih aparat, publik khawatir ada efek domino: Ekonomi lokal terpinggirkan, ruang usaha menyempit, dan peran sipil terkikis perlahan.
Ironi di Tengah Tantangan Keamanan. Di sisi lain, pekerjaan rumah keamanan belum sepenuhnya tuntas. Isu penegakan hukum, ketertiban masyarakat, hingga kedaulatan wilayah masih menjadi perhatian publik.
Masyarakat bertanya: Bukankah profesionalisme aparat diukur dari rasa aman warga? Bukankah ancaman kedaulatan dan ketertiban lebih mendesak daripada mengatur menu dapur?
Ketika energi besar tersedot ke ranah sipil, kekhawatiran muncul apakah ini prioritas yang tepat? Transparansi atau Proyek Kekuasaan?
Di sinilah kegelisahan publik memuncak. Program sosial harusnya menghadirkan kepercayaan, bukan tanda tanya. Jika pengerahan aparat diklaim demi percepatan dan efisiensi, rakyat berhak tahu:
● Mana data efektivitasnya?
● Mana audit anggarannya?
● Mana laporan terbukanya?
Karena ketika transparansi minim, yang tumbuh bukan hanya dapur tetapi juga kecurigaan.
Kembalikan Seragam ke Fungsi Utama. Seragam negara adalah simbol wibawa dan tanggung jawab besar. TNI menjaga kedaulatan. Polri menjaga keamanan dan ketertiban. Itu mandat konstitusional yang tidak kecil.
Rakyat tidak menolak program makan bergizi. Rakyat hanya ingin peran tetap proporsional. Biarkan urusan perut dikelola oleh rakyat. Biarkan ekonomi lokal berputar.
Dan biarkan aparat fokus pada tugas utamanya: menjaga negara. Karena negara bukan dapur raksasa. Dan seragam bukan untuk menguasai sendok. (red/arif)













