SUARASMR.NEWS – Sebuah cabang olahraga yang belum banyak dikenal publik tiba-tiba mengguncang Kabupaten Tulungagung! Woodball, olahraga unik yang memadukan ketelitian, strategi, dan ketenangan, resmi diperkenalkan dalam sebuah launching spektakuler di Lapangan Gelora Pojok Raya, Kecamatan Ngantru, Sabtu (7/3/2026) lalu.
Tak tanggung-tanggung, acara ini langsung menyedot perhatian besar. Sebanyak 108 peserta dari kalangan pelajar SD hingga SMA, bahkan guru olahraga, tumpah ruah mengikuti sosialisasi sekaligus seleksi awal calon atlet. Suasana berubah menjadi ajang perburuan bakat yang penuh semangat dan ambisi!
Kegiatan ini dihadiri jajaran penting mulai dari Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Association (IWbA) Jawa Timur hingga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung. Ini menjadi sinyal kuat bahwa woodball bukan sekadar olahraga biasa—melainkan proyek serius menuju prestasi!
Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Tulungagung, Gilang Zelakusuma, menegaskan bahwa ini bukan sekadar perkenalan, melainkan langkah awal revolusi olahraga di daerah.
“Ini bukan hanya sosialisasi, tapi juga seleksi! Kami sedang mencari bibit unggul. Woodball memang baru di Tulungagung, tapi potensinya luar biasa,” tegasnya.
Para peserta pun tak hanya dikenalkan secara teori. Atlet tingkat provinsi langsung diterjunkan untuk memberikan pelatihan dasar, membuat suasana semakin panas dan kompetitif. Para pelajar tampak serius, fokus, dan penuh ambisi untuk menjadi bagian dari sejarah baru olahraga ini.
Tak berhenti di situ, agenda besar sudah menanti! Mulai dari Musyawarah Cabang IWbA pada 27 Maret, pelantikan pengurus sehari setelahnya, hingga puncaknya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Jawa Timur pada 3–5 April 2026 yang rencananya juga digelar di lokasi yang sama.
Sementara itu, Sekretaris Umum IWbA Jawa Timur, Nurul Hidayati, membongkar fakta mengejutkan woodball sebenarnya bukan pemain baru di Indonesia!
“Woodball sudah ada sejak 2006 dan terus berkembang. Bahkan di PON, cabang ini sudah menyumbang medali perak, termasuk di ajang internasional,” ungkapnya.
Ia juga terpukau dengan antusiasme peserta Tulungagung yang dinilai luar biasa. “Anak-anak di sini serius dan cepat menyerap materi. Ini potensi besar!” katanya optimistis.
Satu hal pasti gelombang woodball baru saja dimulaidan Tulungagung siap jadi pusatnya. Kini, mata tertuju pada Tulungagung. Mampukah daerah ini melahirkan atlet woodball yang menembus panggung nasional hingga internasional? (red/akha)












