Pakar Universitas Gadjah Mada Bongkar Rahasia Bugar dan Autophagy Aktif Saat Ramadhan

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik jeda makan selama kurang lebih 12 jam, tersimpan “tombol reset” alami tubuh yang membuat organ kembali prima dan metabolisme bekerja lebih teratur.

Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada, Toto Sudarto, menegaskan bahwa saat tubuh berhenti mencerna makanan dalam rentang waktu tersebut, sistem pencernaan mendapatkan kesempatan emas untuk beristirahat dan memulihkan diri.

banner 719x1003

“Setelah diistirahatkan selama 12 jam, itu memberikan efek yang baik, terutama pada kebugaran organ-organ tubuh lainnya,” ujar TotoSudarto, Jumat (20/2/2026).

Puasa 12 Jam “Reset” Tubuh! Pakar Universitas Gadjah Mada Bongkar Rahasia Bugar dan Autophagy Aktif Saat Ramadan

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik jeda makan selama kurang lebih 12 jam, tersimpan “tombol reset” alami tubuh yang membuat organ kembali prima dan metabolisme bekerja lebih teratur.

Namun ia mengingatkan, manfaat spektakuler ini hanya bisa diraih jika puasa dijalani dengan bijak. “Puasa harus bijak. Bijak memilih makanan, bijak dalam pengolahan, dan bijak dalam pola konsumsinya,” tegasnya.

Strategi Sahur dan Berbuka Jangan Asal Kenyang: Saat berbuka, Toto menyarankan memulai dengan air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Kurma secukupnya juga dianjurkan sebagai sumber energi cepat serap. Namun ia mengingatkan keras: jangan kalap.

banner 484x341

Meski tidak ada makanan yang sepenuhnya dilarang, konsumsi berlebihan justru bisa menghilangkan manfaat puasa. Bahkan air putih sekalipun, jika diminum langsung dalam jumlah besar sekaligus, tidak disarankan. “Semua boleh, asal tidak berlebihan,” pesannya.

Tak hanya dari sisi gizi, manfaat puasa juga ditegaskan oleh Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman. Ia menyebut puasa sebagai momentum emas bagi tubuh untuk melakukan proses alami yang disebut autophagy.

Autophagy adalah mekanisme “daur ulang” sel di mana sel-sel tua, rusak, atau tak berfungsi dihancurkan dan digantikan dengan sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut-sebut berperan penting dalam: Menjaga kesehatan sel. Mencegah penyakit degeneratif. Memperlambat penuaan.

Baca Juga :  Puasa Tubuh Tetap Bugar Membutuhkan Asupan Energi dari Kurma dan Kedelai 

“Kapan autophagy berjalan baik? Ketika makan dibatasi sekitar 12 sampai 16 jam. Itu seperti orang berpuasa,” jelasnya.

Artinya, puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga terapi biologis alami yang sudah tertanam dalam sistem tubuh manusia.

Dari istirahatnya sistem pencernaan hingga aktifnya autophagy, puasa menghadirkan manfaat ganda spiritual dan fisik sekaligus. Namun kuncinya tetap satu: kendali diri.

Bukan soal seberapa banyak yang dimakan saat berbuka, tetapi seberapa bijak kita mengelola asupan.

Karena ketika puasa dijalani dengan benar, tubuh tak hanya menahan lapar—ia sedang memperbaiki dirinya dari dalam. Efek “Reset Metabolisme”: Tubuh Lebih Ringan, Lebih Segar

Menurutnya, ketika tubuh tidak terus-menerus dibebani proses pencernaan, organ-organ internal memiliki waktu untuk memperbaiki diri. Dampaknya? Metabolisme lebih teratur.Energi terasa stabil. Tubuh lebih ringan dan segar

Autophagy adalah mekanisme “daur ulang” sel di mana sel-sel tua, rusak, atau tak berfungsi dihancurkan dan digantikan dengan sel baru yang lebih sehat.

Proses ini disebut-sebut berperan penting dalam: Menjaga kesehatan sel. Mencegah penyakit degeneratif. Memperlambat penuaan

“Kapan autophagy berjalan baik? Ketika makan dibatasi sekitar 12 sampai 16 jam. Itu seperti orang berpuasa,” jelasnya.

Artinya, puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga terapi biologis alami yang sudah tertanam dalam sistem tubuh manusia.

Puasa: Ibadah yang Menyembuhkan: Dari istirahatnya sistem pencernaan hingga aktifnya autophagy, puasa menghadirkan manfaat ganda spiritual dan fisik sekaligus. Namun kuncinya tetap satu: kendali diri.

Bukan soal seberapa banyak yang dimakan saat berbuka, tetapi seberapa bijak kita mengelola asupan. Karena ketika puasa dijalani dengan benar, tubuh tak hanya menahan lapar ia sedang memperbaiki dirinya dari dalam. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *