SUARASMR.NEWS – Komitmen Pemerintah Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung dalam memerangi kemiskinan ekstrem kembali ditegaskan. Meski arah kebijakan Dana Desa (DD) 2026 diproyeksikan fokus pada ketahanan pangan dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun demikian Pemdes Dono tetap mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar pada Selasa (30/12/2025).
Bertempat di Balai Desa Dono, Musdesus berlangsung serius dan penuh dinamika. Hadir dalam forum strategis ini Kepala Desa Dono, perangkat desa, BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Proses penentuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjalan alot dan ketat, mengingat keterbatasan kuota bantuan. Setelah melalui pembahasan panjang dan verifikasi berlapis, musyawarah akhirnya menyepakati 8 KPM yang dinilai paling layak menerima BLT-DD Tahun 2026.
Kepala Desa Dono, Priyambodo, menegaskan agar tidak ada celah kesalahan dalam penetapan penerima bantuan.
“BLT ini jumlahnya terbatas. Maka verifikasi dan validasi harus benar-benar maksimal agar tepat sasaran, apalagi Dana Desa 2026 difokuskan pada ketahanan pangan dan koperasi,” tegasnya.
Ia juga memaparkan kriteria penerima BLT, meliputi kondisi ekonomi keluarga, kepemilikan aset, serta jumlah tanggungan, guna memastikan bantuan benar-benar menyentuh warga miskin ekstrem.
Senada dengan itu, Ketua BPD menegaskan bahwa setelah Musdesus rampung, pemerintah desa akan segera menyiapkan Peraturan Kepala Desa sebagai dasar hukum penyaluran BLT-DD 2026, menunggu pencairan Dana Desa.
“Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan pokok sehari-hari, jangan disalahgunakan di luar kebutuhan pangan,” tegasnya.
Dengan digelarnya Musdesus ini, Pemdes Dono berharap penyaluran BLT Dana Desa 2026 berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar meringankan beban masyarakat miskin ekstrem, sesuai amanat regulasi nasional. (red/budi)












