SUARASMR.NEWS – Jakarta kembali bergemuruh. Bukan oleh hiruk-pikuk politik, melainkan oleh gelombang besar kebangkitan perempuan Indonesia.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, dengan lantang menyerukan perubahan perempuan tak lagi sekadar penerima manfaat mereka adalah penggerak utama ekonomi dan pencipta karya bangsa.
Hal tersebut didsamapakan Veronica Tan dihadapan para seniman dan pengunjung yang memadati ruang pamer dalam pembukaan pameran Indonesian Women Artist (IWA) di Galeri Nasional Indonesia, Kamis (9/4/2026), seruan itu menggema kuat.
“Ini bukan lagi soal kesempatan semata, ini tentang pergerakan besar movement perempuan untuk bangkit, berkarya, dan mengambil peran strategis bagi Indonesia,” tegasnya.
Atmosfer acara terasa seperti titik balik. Pameran IWA #4 bukan sekadar ajang seni ia menjelma menjadi panggung perlawanan sunyi terhadap keterbatasan akses yang selama ini membayangi banyak perempuan kreator.
Veronica Tan mengajak seluruh elemen untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan yang memiliki karya, namun belum memiliki panggung.
Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menegaskan bahwa IWA bukan sekadar pameran temporer. Ia adalah investasi budaya jangka panjang.
“Ini bukan hanya tentang menampilkan karya, tetapi membangun arsip kultural sekaligus menegaskan posisi perempuan dalam percakapan seni dan budaya yang lebih luas,” ujarnya.
Digelar mulai 10 April hingga 30 Juni 2026, pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Sedunia, Hari Kartini, hingga perayaan ulang tahun Jakarta.
Momentum ini semakin mempertegas bahwa perempuan bukan hanya simbol, melainkan kekuatan nyata dalam membentuk masa depan bangsa.
Belasan perupa perempuan dari berbagai latar belakang turut ambil bagian, menghadirkan karya yang berani, reflektif, dan penuh makna. Di tangan mereka, kanvas bukan sekadar media, ia menjadi suara, perlawanan, sekaligus harapan.
Kini, pesan itu jelas: perempuan Indonesia tidak lagi menunggu giliran. Mereka sedang mengambil panggungnya sendiri dan dunia mulai memperhatikan.











