SUARASMR.NEWS – Tepat pada Minggu, 1 Maret 2026, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) genap berusia 107 tahun. Lebih dari satu abad berdiri, Damkarmat bukan sekadar pasukan penakluk api saja.
Mereka adalah penjaga nyawa, pelindung harta dan benda, sebagai simbol keberanian tanpa jeda di tengah ancaman darurat yang terus berubah.
Mengusung tema “Mengabdi Untuk Keselamatan Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan satu pesan kuat: Damkarmat akan selalu hadir sebagai garda terdepan ketika sirene berbunyi dan harapan masyarakat dipertaruhkan.
Puncak peringatan HUT ke-107 akan digelar meriah pada 30 April 2026 di Palembang, Sumatera Selatan, yang diproyeksikan menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus panggung penghormatan bagi para pahlawan penyelamat.
Tahun ini, peringatan HUT Damkar terasa semakin khidmat karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Di saat banyak orang menanti waktu berbuka, para personel Damkarmat tetap siaga 24 jam tanpa kompromi.
Di tengah puasa, mereka tetap menerobos asap tebal, mengevakuasi korban bencana, hingga menangani situasi darurat yang mengancam keselamatan warga.
Nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang menjadi ruh Ramadhan seolah menyatu dengan jiwa pengabdian mereka.
Pemerintah: 107 Tahun Bukan Sekadar Angka: Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa usia 107 tahun adalah cerminan perjalanan panjang dedikasi Damkarmat untuk bangsa.
“Tema ‘Mengabdi Untuk Keselamatan Negeri’ menjadi pengingat bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan api, tetapi memberikan perlindungan dan rasa aman,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Dalam suasana Ramadhan ini, semangat pengabdian dimaknai sebagai ladang ibadah dan wujud kepedulian nyata. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Damkarmat adalah pilar penting dalam sistem perlindungan masyarakat Indonesia.
Tugas Makin Kompleks, Tantangan Makin Nyata: Di era urbanisasi dan perubahan iklim, risiko kebakaran dan bencana semakin meningkat. Damkarmat kini tidak hanya berjibaku dengan api, tetapi juga:
Evakuasi korban kecelakaan dan bencana alam Penanganan hewan berbahaya Penyelamatan dalam kondisi darurat non-kebakaran. Bantuan kemanusiaan dalam berbagai situasi kritis
Safrizal menekankan pentingnya penguatan SDM, modernisasi peralatan, serta koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah pun didorong untuk meningkatkan anggaran dan sarana prasarana agar layanan penyelamatan semakin tangguh dan responsif.
Momentum Refleksi dan Lompatan Besar: HUT ke-107 bukan hanya seremoni. Ini adalah momentum refleksi dan sekaligus panggilan untuk melompat lebih jauh meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu juga memperkuat solidaritas, dan memastikan bahwa di setiap sudut negeri, ada pasukan siaga yang siap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi keselamatan masyarakat.
107 tahun mengabdi. 107 tahun berdiri di antara kobaran dan harapan. Damkarmat membuktikan: selama sirene masih menggema, keselamatan negeri akan selalu dijaga. (red/hil)












