PHRI Siap Guncang Industri Konser, Gandeng Promotor K-Pop, Hotel Siap Diserbu Fans Mancanegara

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Gelombang konser K-Pop yang kian masif di Indonesia dinilai sebagai “tambang emas” pariwisata yang belum digarap maksimal.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kini angkat suara: saatnya promotor konser dan industri perhotelan bersatu membangun ekosistem event kelas dunia.

banner 719x1003

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menegaskan selama ini penyelenggaraan konser masih berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi serius dengan sektor akomodasi.

Padahal, setiap konser K-Pop menciptakan ledakan massa yang otomatis membutuhkan kamar hotel, transportasi, hingga layanan wisata pendukung.

“Biasanya penyelenggaraan event belum berkolaborasi dengan pihak akomodasi, ini jadi masalah. Padahal kerumunan yang diciptakan dari event seperti K-Pop itu pasti butuh akomodasi,” tegas Yusran saat dihubungi suarasmr.news di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Konser Ledakan Okupansi Hotel: PHRI melihat konser idola global seperti BTS bukan sekadar hiburan, melainkan mesin penggerak ekonomi. Fans tak hanya datang dari Jakarta, tapi juga luar kota hingga mancanegara (inbound tourism).

Mereka membutuhkan penginapan, konsumsi, hingga transportasi semua berputar menjadi pemasukan nyata bagi daerah.

banner 484x341

Menariknya, bahkan penggemar dari kota yang sama pun kerap memilih menginap demi menghindari pulang larut atau kelelahan setelah konser.

“Penginapan pasti masuk dalam perencanaan perjalanan. Ini peluang besar untuk okupansi hotel,” ujar Yusran optimistis.

Tak Dapat Hotel Dekat Venue? Tenang!: Banyak penggemar masih terpaku mencari hotel persis di sekitar venue, misalnya di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Padahal, Jakarta memiliki sistem transportasi publik yang memadai.

PHRI mencontohkan kawasan Blok M bisa menjadi opsi strategis. Dengan MRT Jakarta, jarak Blok M–Senayan dapat ditempuh hanya sekitar 5–10 menit. Alternatif ini membuka lebih banyak pilihan akomodasi tanpa harus berebut kamar di sekitar stadion.

Kolaborasi dengan promotor dinilai bisa menghadirkan paket terpadu: tiket konser + hotel + informasi transportasi. Bahkan, dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan hadir lewat penambahan jam operasional transportasi umum saat konser besar berlangsung.

Baca Juga :  Demo Ricuh di DPR: MUI Ingatkan DPR Hati-Hati Dalam Menyampaikan Pernyataan di Ruang Publik 

PHRI: Jangan Jalan Sendiri: Yusran menyayangkan hingga kini belum ada promotor yang secara serius menggandeng PHRI dalam perencanaan konser skala besar.

Padahal, sinergi ini diyakini mampu memberikan kemudahan akses informasi bagi penggemar sekaligus meningkatkan efisiensi konektivitas antarwilayah.
“Seharusnya dengan kolaborasi itu bisa memudahkan mereka mendapatkan akomodasi dan informasi. Bisa dibuat satu paket untuk mereka saat datang,” tegasnya.

Jika kolaborasi ini terwujud, konser K-Pop di Indonesia bukan hanya sekadar panggung musik melainkan festival ekonomi yang menggerakkan hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM lokal.

Kini pertanyaannya, akankah promotor dan industri perhotelan bersatu, atau peluang emas ini kembali terlewat begitu saja? (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *