SUARASMR.NEWS — Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) yang menetapkan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Penandatanganan ini sekaligus menandai berakhirnya pengabdian Arief Hidayat, yang purnatugas setelah 13 tahun menduduki kursi hakim konstitusi.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). “Mengenai Kepresnya sudah ditandatangani oleh Bapak Presiden,” tegas Prasetyo kepada wartawan.
Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan jadwal pelantikan Adies Kadir. Prasetyo meminta publik bersabar, meskipun saat ini terjadi kekosongan kursi hakim MK pasca pensiunnya Arief Hidayat. “Belum ditentukan jadwalnya. Kita tunggu waktu pelantikannya,” ujarnya singkat.
Arief Hidayat resmi memasuki masa pensiun pada Selasa, 2 Februari 2026. Ia dikenal sebagai salah satu hakim dengan masa jabatan panjang di MK, sejak 1 April 2013, dan pertama kali mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Kepergian Arief menutup satu bab penting dalam sejarah Mahkamah Konstitusi, sekaligus membuka lembaran baru dengan masuknya figur Adies Kadir.
Sebelum ditetapkan lewat Kepres, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah lebih dulu menyetujui Adies Kadir sebagai calon hakim MK melalui rapat paripurna. Sidang tersebut juga mengesahkan pemberhentian Adies sebagai Wakil Ketua DPR RI, serta menetapkan Sari Yuliati sebagai penggantinya.
Langkah ini menegaskan transisi politik Adies menuju ranah yudisial yang menuntut integritas dan kenetralan tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Adies Kadir telah mengundurkan diri dari kepengurusan dan keanggotaan Golkar sebelum resmi melangkah ke Mahkamah Konstitusi.
“Proses beliau menjadi hakim MK itu sudah didahului pengunduran diri. Hakim harus independen dan tidak boleh terikat partai politik,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026).
Bahlil bahkan menyebut Golkar dengan bangga melepas salah satu kader terbaiknya. “Golkar adalah gudangnya kader. Untuk MK, kita waqafkan yang terbaik,” tandasnya.
Dengan ditandatanganinya Kepres oleh Presiden Prabowo, sorotan kini tertuju pada pelantikan Adies Kadir dan arah baru Mahkamah Konstitusi di tengah dinamika politik dan hukum nasional yang kian tajam. (red/hil)












