SUARASMR.NEWS – Sebelum tubuh diajak berlari, melompat, atau mengangkat beban, ada satu ritual penting yang kerap diabaikan persiapan otot dan sendi. Tanpa pemanasan yang tepat, tubuh dipaksa bekerja mendadak—dan di situlah cedera mengintai.
Salah satu metode pemanasan yang kini kian direkomendasikan adalah peregangan dinamis (dynamic stretching), peregangan aktif dengan gerakan berulang yang terkontrol dan efektif membangunkan tubuh.
Berbeda dari peregangan statis yang menahan posisi dalam waktu tertentu, dynamic stretching mengajak otot bergerak sejak awal. Metode ini dirancang untuk mengaktifkan otot, melenturkan sendi, sekaligus meningkatkan koordinasi tubuh.
Tak heran jika teknik ini menjadi andalan para atlet profesional, namun juga sangat relevan bagi masyarakat umum yang ingin berolahraga dengan aman dan nyaman.
Manfaat dynamic stretching tak main-main. Gerakan aktif yang dilakukan mampu meningkatkan sirkulasi darah ke otot, membuat oksigen dan nutrisi mengalir lebih cepat ke seluruh jaringan tubuh. Hasilnya, tubuh terasa lebih hangat, ringan, dan siap beraksi.
Fleksibilitas pun meningkat secara fungsional bukan sekadar lentur, tetapi siap mengikuti kebutuhan gerak sehari-hari. Gerakan sederhana seperti mengangkat lutut sambil berjalan atau memutar tubuh perlahan terbukti efektif melatih keseimbangan dan koordinasi.
Lebih dari itu, dynamic stretching dikenal ampuh menekan risiko cedera. Otot yang kaku sangat rentan mengalami tarikan atau ketegangan saat digunakan secara tiba-tiba. Dengan peregangan aktif, tubuh diberi waktu beradaptasi sebelum masuk ke intensitas gerakan yang lebih berat.
Ini menjadi solusi ideal bagi mereka yang memiliki jadwal padat dan hanya punya waktu singkat untuk berolahraga praktis, efisien, dan tanpa alat khusus.
Menjadikan dynamic stretching sebagai rutinitas sebelum olahraga bukan hanya soal performa, tetapi juga soal kesadaran tubuh. Otot yang siap bekerja membuat aktivitas fisik terasa lebih optimal dan menyenangkan.
Perlahan, olahraga tak lagi dipandang sebagai kewajiban berat, melainkan berubah menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan dan penuh kesadaran. (red/niluh)












