SUARASMR.NEWS – Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan adalah momen spiritual yang dinanti jutaan umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Namun bagi para pecinta kopi, perubahan pola konsumsi kafein kerap menjadi tantangan tersendiri. Rasa kantuk, sakit kepala, hingga mood yang naik turun sering muncul saat asupan kopi mendadak dihentikan.
Dikutip dari Cosmopolitan Indonesia, minum kopi saat puasa sebenarnya tetap diperbolehkan asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat.
Tanpa pengaturan waktu dan porsi yang bijak, kopi justru bisa menjadi “jebakan” yang memicu dehidrasi hingga gangguan lambung.
Bahaya Tersembunyi di Balik Secangkir Kopi: Kopi mengandung kafein, stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun di balik manfaatnya, ada efek samping yang tak boleh disepelekan:
Bersifat diuretik meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan dehidrasi. Memicu asam lambung berisiko menimbulkan iritasi jika diminum saat perut kosong. Sugar crash jika ditambah gula berlebihan, bisa membuat tubuh lemas keesokan harinya.
Minum kopi tepat saat berbuka? Itu kesalahan besar. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tubuh lebih membutuhkan hidrasi dan asupan gula sederhana untuk memulihkan energi.
Agar tetap bisa menikmati aroma dan rasa favorit tanpa mengganggu ibadah, perhatikan waktu berikut:
● Hindari Saat Berbuka. Utamakan air putih dan kurma terlebih dahulu. Biarkan tubuh beradaptasi sebelum menerima kafein.
● Tunggu 1–2 Jam Setelah Makan: Ini memberi waktu lambung mencerna makanan sehingga risiko iritasi berkurang.
● Setelah Salat Tarawih (Pukul 20.00–21.00). Waktu ini dianggap relatif paling aman. Perut sudah terisi, dan masih ada jeda sebelum tidur.
● Saat Sahur? Boleh, Tapi…Minum dalam porsi kecil dan imbangi minimal dua gelas air putih agar tidak mudah haus di siang hari.
Trik Aman Agar Tetap Nyaman: Kurangi konsumsi secara bertahap menjelang Ramadan..Pilih kopi rendah kafein (decaf). Tambahkan susu untuk membantu menetralkan keasaman. Batasi gula agar tidak memicu lonjakan dan penurunan energi drastis.
Dengarkan Sinyal Tubuh: Setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda. Jika muncul gejala seperti: Jantung berdebar. Cemas berlebihan. Sakit kepala berdenyut. Nyeri ulu hati. Segera kurangi atau hentikan konsumsi kopi.
Esensi Ramadan Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Puasa bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tetapi juga menjaga kesehatan fisik serta ketenangan batin.
Kopi boleh saja tetap dinikmati, namun jangan sampai kebiasaan ini mengganggu esensi ibadah. Ramadan tetap khusyuk, energi tetap terjaga kuncinya ada pada kendali diri. (red/akha)












