REVOLUSI ATAU ILLUSI PERUBAHAN

oleh
banner 468x60

REVOLUSI ATAU ILLUSI PERUBAHAN

Oleh: Saiful Huda Ems

banner 719x1003

SUARASMR.NEWS – Saya menulis ini bukan dari ruang hampa. Ia lahir dari pengalaman panjang, sejak pertama kali menjejak dunia pergerakan pada 1991 hingga hari ini. Dan satu kesimpulan terus berulang, makin keras, makin jelas: bangsa ini tidak akan benar-benar berubah tanpa revolusi.

Percayalah ini bukan retorika.

Pejabat rakus akan tetap rakus selama sistem memberi mereka ruang. Koruptor kelas kakap tak akan berhenti, mereka hanya naik tingkat lebih rapi, lebih canggih, lebih kebal. Para komprador akan terus menjual bangsanya sendiri, selama pengkhianatan masih mendatangkan keuntungan.

Sementara itu, rakyat di pinggiran tetap terperangkap. Dalam sistem yang sama, peluang mereka untuk naik kelas nyaris mustahil. Paling banter, hanya satu persen yang berhasil keluar itulah mereka yang lolos bukan karena sistem yang adil, melainkan karena perjuangan hidup yang nyaris gila, atau sekadar keberuntungan yang langka.

Keadaan menjadi lebih tragis ketika sistem busuk itu dibungkus kultur feodal. Di sana, pendusta agama berselingkuh dengan borjuasi korup, menjadikan moral sebagai topeng, dan kekuasaan sebagai altar.

banner 484x341

Dalam kondisi seperti itu, sekeras apa pun seseorang bekerja, ia tetap berada di tempat yang sama. Prestasi tertingginya hanyalah mengisi kekosongan elite yang tumbangbukan menggantikan sistemnya.

Lihatlah contoh-contoh yang sering dijadikan mitos harapan: mereka yang berasal dari kelas bawah tukang, sopir, pekerja kasar yang kemudian naik menjadi pejabat negara. Mereka seolah bukti bahwa sistem ini adil.

Namun apa yang terjadi? Ketika sampai di atas, sebagian dari mereka justru menjadi apa yang dulu mereka lawan: borjuis baru, kapitalis penindas, bahkan koruptor.

Mereka bukan bukti keberhasilan sistem. Mereka hanyalah pengecualian yang dipamerkan untuk menipu mayoritas. Satu persen itu bukan harapan ia adalah alibi. Alibi agar sistem busuk tetap dipertahankan.

Baca Juga :  Leonel Lingga Sabet Dua Emas di Kejurkab Panahan Tulungagung 2025, Buktikan Ketangguhan Pelajar Muda

Jika ada yang ingin mengubah hidup dengan menempuh jalan serupa, silakan. Tapi sadarilah risikonya: selain peluangnya sangat kecil bagi mereka yang ingin tetap lurus, jalan itu sering kali menuntut pengkhianatan terhadap nurani. Banyak yang sukses, tapi sedikit yang tetap manusia.

Maka bagi saya, perubahan sejati tak lahir dari tambal sulam, kosmetik reformasi, atau pergantian wajah di panggung kekuasaan. Ia hanya lahir dari revolusi perubahan mendasar atas sistem, nilai, dan relasi kuasa. Ini keyakinan saya. Bagaimana dengan Anda. (red/SHE)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *