Saiful Huda Ems: Bayang-Bayang Jokowi di Balik Aksi Demonstrasi 25 dan 28 Agustus 2025

oleh -406 Dilihat
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Indonesia geger, Jakarta membara setelah adanya demonstrasi rakyat, mahasiswa dan buruh di Jakarta, dari tanggal 25 hingga 28 Agustus 2025, bahkan berlanjut sampai pagi ini, Jumat (29/08/2025).

Seorang driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam insiden demo yang berlangsung pada 28 Agustus 2025, Affan Kurniawan, seolah menjadi martir untuk sebuah pergerakan demonstrasi yang lebih besar.

banner 719x1003

Affan Kurniawan tewas setelah dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tepat di sekitar Gedung DPR/MPR RI . Kejadian ini membuat para driver ojol marah dan mengejar pelakunya bagai di film-film action layar lebar.

Tujuh anggota Brimob yang berada dalam kendaraan tersebut, kini telah diamankan dan berada dalam proses pemeriksaan oleh Propam Polri. Sedangkan satu korban di pihak demonstran lainnya, yakni Moh Umar Amarudin, yang mengalami luka-luka serius, saat ini masih dirawat intensif di RS Pelni .

Lembaga-lembaga seperti LBH Jakarta dan Kompolnas turut angkat suara, menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas secara transparan dan profesional, serta agar pihak kepolisian bertanggung jawab atas insiden ini.

Publikpun bertanya-tanya, siapakah sesungguhnya tokoh atau kekuatan politik, di balik aksi demonstrasi besar dan menghobahkan ini? Siapakah sesungguhnya yang akan dijadikan sasaran utamanya dari aksi massa ini? DPR ataukah Presiden? Atau bisa jadi hancurnya negara secara keseluruhan?

Seorang jenderal purnawirawan (TNI), ahli intelijen yang pernah menjabat sebagai Kepala BIN, serta yang mendapatkan julukan Prof. Intelijen, AM. Hedropriyono, mengatakan pada beberapa awak media, bahwa menurutnya demo besar kali ini di dalangi oleh kekuatan asing non negara (baca: pemerintahan).

banner 484x341

Tetapi pernyataan AM. Hendropriyono itu tidak dapat diterima oleh banyak orang. Sebab semua orang sudah sangat mengerti, yang namanya demonstrasi besar, pasti atau selalu saja ada pihak luar yang turut andil. Itu sudah rahasia umum, bukan kabar baru. Demo tahun 66 dan 98, juga pasti ada pihak luar yang turut andil.

Baca Juga :  Sri Mulyani: Kemajuan Ekonomi Indonesia Sukses Dua Dekade dan Prospek Masa Depan

Masalah sesungguhnya bukan disana, namun di dalam negeri sendiri. Rakyat sudah sangat muak dengan prilaku elite-elite negara, dari para pejabatnya yang suka berfoya-foya, pamer kekayaan, joget-joget gembira disaat rakyatnya menderita, sampai ulah para koruptor dan konglomeratnya yang menjarah kekayaan alam Indonesia.

Kemuakan rakyat itu telah mencapai klimaksnya, lalu dimanfaatkan oleh kekuatan politik untuk meraih keuntungan bagi gerombolannya sendiri.

Lalu siapakah mereka ini, yang tega-teganya memanfaatkan amarah rakyat untuk kemudian dijadikan korban, agar mereka dapat meraih keuntungan yang sebesar-besarnya bagi diri dan gerombolannya?.

Dalam rasa penasaran yang hebat, saya mencoba menghubungi sahabat-sahabat saya yang berada di jajaran elite-elite partai politik. Saya tanya ke PDIP, mereka seperti yang sudah saya duga, sama sekali tidak mengerahkan kader-kadernya untuk turun ke jalan.

Pun demikian dengan sahabat-sahabat saya di partai-partai lainnya, selain Partai Setan Indonesia, juga mengatakan sama sekali tidak mengerahkan kader-kader partainya untuk ikut aksi demonstrasi. Sahabat-sahabat saya yang selama ini saya ketahui masuk dalam jaringan politiknya Mas Anies Baswedan, pun tidak ikut turut ke jalan.

Oh ya, jikapun ada kekuatan Partai Politik, itu dari Partai Buruh, yang ketua umumnya (di partai ini disebutnya Presiden) merupakan sahabat saya juga, yakni Bang Said Iqbal.

Beliau ini memang mengerahkan kader-kadernya untuk turun ke jalan dalam aksi 28 Agustus 2025, namun yang beliau kerahkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mungkin karena Bang Said Iqbal sudah faham dengan situasi nasional yang sedang panas dan beliau nampaknya tidak ingin ikut memperuncing situasi.

Aksi Partai Buruhpun fokus, hanya pada persoalan kenaikan upah buruh sebesar 8,5 atau 10,5 %. Aksi merekapun tertib, terkordinir, tidak anarkis dan bubar secara tertib sesuai waktu yang disepakatinya.

Baca Juga :  Saiful Huda Ems: Presiden Nggedabrus 

Tidak ada agenda pembubaran DPR, apalagi pemakzulan Presiden Prabowo Subianto. Jauh sekali dari agenda itu.  Namun anehnya, terdapat kelompok-kelompok massa aksi yang liar, yang sama sekali tidak diketahui oleh semua pengamat politik, bahkan mungkin oleh intelijen negara.

Mereka demo secara liar dan tuntutannya ingin membubarkan DPR, padahal jika ditelusuri lebih jauh, agendanya adalah Penggulingan Presiden Prabowo Subianto.

Saya pantau pergerakan semua elemen aksi dari jauh, dari pengamatan media dan tokoh-tokoh politik di negeri ini, nyaris saya tidak mampu menemukan siapa dalang sesungguhnya dari aksi liar kali ini, yang memanfaatkan amarah rakyat atas berbagai kebijakan pemerintah yang tak menguntungkannya.

Setelah lama saya cermati, mulailah muncul satu persatu pernyataan dari Ternak-Ternak Mulyono yang bersahut-sahutan di belantara perpolitikan nasional.

Mereka mulai bersuara menyalahkan Pemerintahan Prabowo yang dianggapnya tidak mampu menjamin rasa aman rakyatnya. Baginya Presiden Prabowo gagal dan harus mundur demi kebaikan bangsa, katanya.

“Tugas presiden adalah memastikan ketertiban berjalan, bukan membiarkan rakyat saling bentrok. Kalau presiden (Prabowo) tidak bisa menjalankan, bagaimana masa depan negara ini?” Lanjutnya.

Hemmm…Dasar Ternak-Ternak Mulyono, apakah mereka selama ini buta hingga tidak dapat melihat, bagaimana negeri ini nyaris jatuh terjerembab di jurang kehancuran akibat ulah Jokowi yang menginjak-injak konstitusi untuk menaikkan anaknya menjadi Wapres?

Apakah mereka selama ini tuli, hingga mereka tidak dapat mendengar suara-suara derap Partai Coklat yang kasak-kusuk untuk memenangkan orang-orang titipan Jokowi, hingga marwah institusi itu nyaris musnah?

Pak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, sebagai rakyat kami memang kesal dan marah pada prilaku pejabat-pejabat negara yang pamer kekayaan, gemar mengemukakan kalimat-kalimat yang membakar hati kami.

Baca Juga :  Sukses Diplomasi Ekonomi Prabowo: Investasi Rp294 Triliun Bukti Kepercayaan Internasional pada Indonesia

Sebagai rakyat kami memang marah pada prilaku Bapak Presiden, yang gemar mengangkat dan memberikan anugerah penghargaan pada orang-orang yang tidak kompeten, tidak qualified dll. bahkan mereka tersandung banyak masalah.

Namun percayalah, sejauh ini kami hanya menuntut digantinya pejabat-pejabat atau menteri-menteri itu, dengan orang-orang yang kapabel di bidangnya, serta yang tidak memiliki rekam jejak penghianatan konstitusi dalam perjalanan kariernya.

Rakyat biasa seperti sayapun bukan hanya selalu mengkritik untuk mengingatkan Pak Presiden, agar menendang menteri-menteri itu, namun juga memberikan alternatif untuk diangkatnya orang-orang yang kompeten di bidangnya, seperti Bang Haidar Alwi yang sangat mengerti bagaimana kekayaan alam seperti Emas, Nikel, Bauksit dll. itu dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyat dan melunasi hutang-hutang negara.

Kami ini rakyat yang tidak memiliki kepentingan apa-apa selain kemajuan negerinya dan kedamaian bangsanya. Berbeda dengan Ternak-ternak Mulyono yang sangat rewel dan bernafsu menjarah kekayaan alam negara.

Bukankah mereka-mereka itu yang saat ini tengah berhadapan dengan hukum? Dan sebagian lagi sedang diincar oleh para aparat penegak hukum? Maka pantaslah jika kemudian mereka berusaha memanfaatkan amarah rakyat dan membenturkannya dengan Pemerintahan Pak Prabowo Subinto.

Tangkap saja ketua gengnya di Solo, adili seadil-adilnya, Insya Allah tidak akan pernah terjadi lagi benturan rakyat dengan rakyat. Jika ini tidak Bapak Presiden Prabowo Subianto perhatikan, bapak nanti jangan terkejut jika kemudian Anak Bau Kencur itu menggeser kedudukan bapak sebagai Presiden Republik Indonesia 09.

Mohon dipikirkan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat. Dankeschoen.(red/SHE).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *