Saiful Huda Ems: Indonesia di Persimpangan Antara Badai Global dan Kebuntuan Kepemimpinan 

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS – Sulit untuk tidak bertanya, sedang menuju ke mana Indonesia hari ini? Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, negeri ini seperti kapal besar yang tampak tenang di permukaan, namun retak di bagian lambungnya.

Ironisnya, tidak satu pun rudal dari konflik Timur Tengah menghantam tanah air. Namun, dampaknya justru terasa lebih menghantam mengguncang sendi ekonomi dari dalam.

banner 719x1003

Rupiah melemah tanpa jeda, harga-harga merangkak naik, gelombang PHK terus mengintai, dan rakyat dipaksa menanggung beban pajak yang kian menyesakkan.

Apakah semua ini semata-mata efek domino konflik global? Ataukah ini cermin dari rapuhnya fondasi kebijakan dalam negeri?

Ketika perang mereda, alasan pun ikut kehilangan relevansi. Maka pertanyaan berikutnya menjadi jauh lebih menohok: apa lagi yang akan dijadikan kambing hitam?

Langkah politik luar negeri Indonesia pun tak luput dari sorotan. Keputusan masuk ke forum-forum global yang kontroversial, serta manuver diplomasi yang dinilai tidak strategis, justru menimbulkan kesan bahwa Indonesia tidak sedang memainkan peran, melainkan dimainkan.

Bahkan, bayang-bayang dominasi tokoh seperti Donald Trump kerap disebut-sebut dalam narasi publik sebagai simbol tekanan eksternal yang tak terbendung.

banner 719x1003

Di sisi lain, kesepakatan dagang seperti Agreement on Reciprocal Trade (ART) dipersepsikan sebagian kalangan sebagai bentuk kompromi yang terlalu mahal—bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara martabat kedaulatan.

Namun yang lebih mengusik bukan sekadar kebijakan, melainkan sikap. Ketika kritik mengalir deras, pemerintah justru tampak kukuh berjalan di jalurnya sendiri.

Program-program besar tetap digulirkan meski menuai penolakan luas. Publik pun mulai bertanya: apakah suara rakyat masih didengar, atau sekadar dianggap angin lalu?

Lebih jauh lagi, muncul kekhawatiran tentang arah kepemimpinan. Apakah keputusan-keputusan strategis benar-benar lahir dari kemandirian berpikir, atau justru berada dalam bayang-bayang pengaruh tokoh lain, termasuk Joko Widodo?

Baca Juga :  Jaz Rowe Serukan Pentingnya Jaga Laut Indonesia: Potensinya Luar Biasa!

Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar keteguhan, ia membutuhkan kejernihan. Kepemimpinan bukan hanya soal keberanian mengambil keputusan, tetapi juga kebijaksanaan dalam mendengar.

Sebab sejarah telah berulang kali mengajarkan: negara tidak runtuh karena tekanan dari luar semata, tetapi karena kegagalan membaca realitas dari dalam.

Jika arah tidak segera dikoreksi, maka yang terancam bukan sekadar stabilitas ekonomi melainkan kepercayaan rakyat itu sendiri. Dan ketika kepercayaan itu runtuh, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menahannya. (red/SHE)

banner 719x1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *